MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh terus mengedepankan langkah pencegahan dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam. Salah satunya melalui program Saweu Hotel yang kali ini menyambangi Hermes Palace Hotel di Jalan T. Panglima Nyak Makam, Gampong Lambhuk, Jumat (26/6/2026) lalu.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perhotelan dalam mencegah potensi pelanggaran syariat Islam melalui pengawasan internal yang berkelanjutan.
Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan program Saweu Hotel merupakan pendekatan persuasif yang mengutamakan dialog dan kemitraan dengan manajemen hotel.
“Kami berharap pihak hotel dapat terus konsisten mematuhi dan menghormati pelaksanaan syariat Islam yang berlaku di Kota Banda Aceh. Pengawasan internal perlu terus diperkuat agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” kata Rizal.
Dalam pertemuan tersebut, Satpol PP-WH berdialog langsung dengan manajemen hotel terkait pentingnya pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan usaha perhotelan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan sesuai dengan aturan yang berlaku di Kota Banda Aceh.
Menurut Rizal, keberhasilan pelaksanaan syariat Islam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha.
Karena itu, sektor perhotelan memiliki peran strategis dalam membantu menciptakan lingkungan usaha yang tetap produktif sekaligus sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam.
“Kolaborasi dengan pelaku usaha sangat penting. Melalui komunikasi yang baik, berbagai potensi persoalan dapat dicegah sejak awal tanpa harus menunggu terjadinya pelanggaran,” ujarnya.
Manajemen Hermes Palace Hotel menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mematuhi ketentuan yang berlaku serta meningkatkan pengawasan internal sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh.
Rizal menambahkan, program Saweu Hotel akan terus dilaksanakan secara berkala ke berbagai hotel di Banda Aceh. Selain mempererat hubungan dengan pelaku usaha, program tersebut juga menjadi sarana edukasi dan koordinasi guna memperkuat langkah-langkah pencegahan pelanggaran syariat Islam.








Discussion about this post