MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Program yang dimulai pada 1 hingga 16 Juli 2026 itu menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, menjaga ketersediaan pasokan pangan, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Muharram, Rabu (1/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, dan cabai dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Muharram menegaskan, Pemkab Aceh Besar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Perum Bulog, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran distribusi pangan dan mengantisipasi gejolak harga.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan. Pemerintah akan terus hadir melalui program-program yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar, Aliyadi, mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah difokuskan di 10 kecamatan yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap bahan pokok sekaligus sebagai langkah antisipasi kenaikan harga.
Menurutnya, stok komoditas telah disiapkan dalam jumlah yang memadai di setiap lokasi agar masyarakat dapat membeli sesuai kebutuhan tanpa khawatir terhadap ketersediaan barang.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh mitra penyedia pangan agar pasokan tetap tersedia selama pelaksanaan kegiatan. Tujuan utamanya adalah menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Aceh Besar,” kata Aliyadi.
Selain menyediakan pangan murah, Dinas Pangan Aceh Besar juga menggandeng Bank Indonesia untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan sistem pembayaran digital QRIS serta perlindungan konsumen.
Adapun Gerakan Pangan Murah akan digelar secara bertahap di Kecamatan Lhoong (1 Juli), Leupung (2 Juli), Darul Imarah (3 Juli), Darul Kamal (7 Juli), Simpang Tiga (8 Juli), Krueng Barona Jaya (9 Juli), Darussalam (10 Juli), Baitussalam (14 Juli), Ingin Jaya (15 Juli), dan Kuta Malaka (16 Juli).
Melalui program tersebut, Pemkab Aceh Besar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, distribusi bahan pokok semakin lancar, serta masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.










Discussion about this post