MASAKINI.CO – Penurunan harga emas perhiasan di Banda Aceh mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk membeli logam mulia. Pedagang emas mengungkapkan, daya beli konsumen tetap tinggi meski harga emas dalam beberapa bulan terakhir mengalami fluktuasi.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (1/7/2026), harga emas perhiasan turun menjadi Rp7.530.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Harga tersebut turun Rp20 ribu dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka Rp7.550.000 per mayam.
Jika sudah termasuk ongkos harga emas berada diangka Rp7.730.000.
Pedagang emas di Banda Aceh, Daffa, mengatakan penurunan harga langsung berdampak pada meningkatnya transaksi di toko emas. Menurutnya, sekitar 90 persen pengunjung yang datang memutuskan untuk membeli emas.
“Kalau harga turun seperti sekarang, pembeli memang lebih ramai. Sekitar 90 persen yang datang memilih membeli emas,” kata Daffa.
Ia menjelaskan, meski dalam enam bulan terakhir harga emas terus mengalami kenaikan dan penurunan, kondisi tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi.
Menurut Daffa, masyarakat kini semakin memahami bahwa emas merupakan salah satu instrumen investasi yang relatif aman atau safe haven, sehingga tetap diminati meskipun harganya berfluktuasi.
“Dalam enam bulan terakhir harga emas memang naik turun. Tetapi daya beli tetap meningkat karena masyarakat sudah memahami bahwa emas merupakan aset yang aman untuk investasi,” ujarnya.
Ia menilai, tren tersebut menunjukkan pola pikir masyarakat mulai bergeser. Pembelian emas kini tidak lagi sekadar untuk perhiasan, tetapi juga sebagai bentuk penyimpanan nilai di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.









Discussion about this post