MASAKINI.CO – Mobilitas masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mulai kembali pulih setelah Jembatan Enang-Enang yang sempat rusak parah akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025, kembali difungsikan secara terbatas.
Pembukaan kembali jembatan tersebut disambut antusias ratusan warga yang menghadiri peresmian di lokasi, Kamis (2/7/2026). Sejumlah warga, termasuk kaum perempuan, tampak memadati kawasan jembatan, sementara deretan spanduk ucapan selamat atas difungsikannya kembali akses penghubung tersebut menghiasi sisi jalan.
Jembatan Enang-Enang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu. Selama beberapa bulan terakhir, warga juga bergotong royong melakukan berbagai upaya swadaya untuk mendukung pemulihan akses tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara (shoring) pada struktur jembatan sebagai langkah penanganan darurat.
Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, mengatakan hasil evaluasi teknis menunjukkan jembatan sudah dapat dilalui secara terbatas, meski sejumlah pembatasan masih diberlakukan mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil akibat longsor.
“Perkuatan di bawah jembatan dengan shoring sudah selesai dikerjakan. Untuk roda dua, roda empat, dan pejalan kaki insyaallah sudah bisa melintas. Namun kendaraan bermuatan besar seperti truk masih belum bisa,” ujar Zulkarnaini, mengutip infopublik.id, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus menghindari beban berlebih pada struktur jembatan.
Selama masa penanganan darurat, BPJN Aceh juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, termasuk Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Dinas Perhubungan, guna mengatur rekayasa lalu lintas dan pembatasan kendaraan yang melintas.
Selain itu, Jalan Werlah tetap difungsikan sebagai jalur alternatif untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah mengusulkan pelebaran Jalan Werlah melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) agar kapasitas jalur alternatif tersebut semakin memadai.
Di sisi lain, BPJN Aceh memastikan pembangunan jembatan permanen juga akan dipercepat. Semula proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027, namun proses perencanaannya akan dimajukan ke tahun 2026 agar tahapan desain teknis dan penganggaran dapat diselesaikan lebih awal.
“Jembatan permanen memang sudah kami programkan pada tahun 2027. Namun melihat kondisi sekarang, perencanaannya akan kami percepat pada tahun 2026 agar desain dan pemrogramannya bisa disiapkan lebih awal. Kemudian pada tahun 2027 insyaallah pekerjaan fisiknya dapat dilaksanakan,” kata Zulkarnaini.









Discussion about this post