MASAKINI.CO — Memasuki awal tahun 2026, warga Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih menjalani hari-hari dalam kondisi serba terbatas akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah bangunan, termasuk fasilitas pendidikan, mengalami kerusakan dan hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Hujan yang kembali turun pada malam pergantian tahun menambah kekhawatiran warga, terutama terkait kondisi sekolah yang rusak parah akibat banjir. Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar di Langkahan belum dapat dilaksanakan karena bangunan sekolah dinilai belum layak digunakan.
Seorang warga Langkahan, Zira, mengatakan anak-anak di kampungnya kini hanya menghabiskan waktu di rumah sambil menunggu kepastian kapan sekolah dapat kembali dibuka.
“Satu-satunya harapan saya di tahun ini, bisa sekolah lagi seperti biasa,” kata Zira, Kamis (1/1/2026).
Menurut warga, kerusakan sekolah tidak hanya terjadi pada bangunan, tetapi juga pada perlengkapan belajar seperti buku, meja, dan alat tulis yang rusak atau hilang terbawa banjir. Kondisi tersebut membuat orang tua khawatir anak-anak mereka akan semakin tertinggal dalam pelajaran.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak, sehingga anak-anak di Langkahan dapat kembali bersekolah dan melanjutkan proses belajar secara normal.










Discussion about this post