MASAKINI.CO — Usai meninjau langsung korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Subianto segera menggelar rapat terbatas bersama 10 menteri kabinet dan 15 Dirut BUMN untuk membahas langkah penanganan lanjutan, terutama terkait kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. Rapat kali ini digelar di tenda dekat hunian Danantara.
Dalam rapat tersebut, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengusulkan pemasangan sistem water treatment di sejumlah wilayah di Sumatra yang mengalami krisis air bersih akibat banjir.
Sjafrie menjelaskan bahwa sistem tersebut akan dipasang dengan dua komposisi kapal. Komposisi pertama difokuskan untuk pendalaman kuala, sementara komposisi kedua digunakan untuk mengolah air yang berada di kawasan kuala agar layak digunakan masyarakat.
“Dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Satu komposisi untuk pendalaman kuala dan satu komposisi lagi untuk air yang ada di kuala, sehingga air yang ada di kuala kita ambil dan kita olah menjadi jernih,” ujar Sjafrie dalam rapat terbatas, Kamis (1/1/2026).
Ia menegaskan, operasional ini akan dilaksanakan bersama satuan tugas (satgas) dan berlangsung selama dua minggu ke depan. Operasi dijadwalkan dimulai dari kawasan Kuala Simpang.
“Dua minggu ke depan kami akan beroperasional mulai dari Kuala Simpang,” tambahnya.
Menanggapi usulan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan persetujuannya dan meminta agar pelaksanaannya segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.
“Bagus, koordinasikan langsung dengan gubernur di daerah masing-masing,” ujar Prabowo.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih bagi korban banjir di Aceh Tamiang dan wilayah sekitarnya.










Discussion about this post