MASAKINI.CO – Sebanyak 210 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Gayo Lues terdampak langsung bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Meski demikian, Pemerintah Aceh memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung selama masa pemulihan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Basri, mengatakan para siswa terdampak berasal dari 21 satuan pendidikan tingkat menengah yang berada di wilayah tersebut.
“Total ada 210 siswa yang terdampak langsung bencana. Sebagian mengalami kerusakan rumah, bahkan ada yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Basri, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada kelengkapan belajar siswa. Banyak dari mereka membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, sepatu, buku, dan perlengkapan pembelajaran lainnya agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar.
Salah satu sekolah yang terdampak paling parah adalah SMAN 1 Pining. Sekolah tersebut sempat tertimbun lumpur dan material pasir akibat banjir dan longsor, serta akses menuju lokasi sekolah sempat terputus.
“Untuk SMAN 1 Pining, proses belajar mengajar dilakukan dalam kondisi khusus karena dampaknya cukup berat. Namun layanan pendidikan tetap kami upayakan berjalan,” jelas Basri.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan pendidikan guna memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran.
“Kami berupaya agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak pendidikannya meskipun berada dalam situasi pascabencana,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk memanfaatkan fleksibilitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 bagi sekolah terdampak bencana hidrometeorologi.
“Kebutuhan pendukung pembelajaran dapat dipenuhi melalui optimalisasi dana BOSP agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Murthalamuddin menegaskan, keberlangsungan pendidikan menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh dalam masa pemulihan pascabencana.
“Pendidikan harus tetap berjalan dan menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat masyarakat,” pungkasnya.










Discussion about this post