MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meresmikan 21 sekolah hasil revitalisasi di Kabupaten Pidie, Senin (22/6/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana di Aceh.
Peresmian dipusatkan di SMK Negeri 3 Sigli dan turut dihadiri Wakil Bupati Pidie Alzaizi, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murtalamuddin, unsur Forkopimda, serta jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal pascabencana.
“Alhamdulillah hari ini kami meninjau progres pembangunan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Pidie. Tadi juga meresmikan sekolah-sekolah yang selesai dibangun pada tahun 2025 dan meninjau yang sedang dibangun pada tahun 2026,” kata Abdul Mu’ti.
Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dan siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman serta layak.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kabupaten Pidie menerima bantuan revitalisasi sekolah tahun 2025 senilai Rp24,17 miliar yang menyasar 21 satuan pendidikan.
Rinciannya terdiri atas satu PAUD dengan nilai Rp589,87 juta, dua sekolah dasar senilai Rp1,36 miliar, empat SMP senilai Rp7,79 miliar, 11 SMA senilai Rp9,08 miliar, dua SMK senilai Rp4,01 miliar, serta satu sekolah luar biasa (SLB) senilai Rp1,32 miliar.
Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium, pembangunan area bermain PAUD, perbaikan fasilitas sanitasi, hingga peningkatan berbagai sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, mengatakan revitalisasi tahap pertama diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan bencana, terutama akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Ia menjelaskan, hasil pendataan menunjukkan sebanyak 3.120 sekolah di Aceh terdampak bencana. Setelah dilakukan verifikasi faktual, sebanyak 2.920 sekolah dinyatakan membutuhkan rehabilitasi.
“Dari jumlah tersebut, 1.287 sekolah mengalami kerusakan ringan, 1.382 sekolah rusak sedang, 188 sekolah rusak berat, dan 63 sekolah harus direlokasi,” ujar Murtalamuddin.
Menurutnya, program revitalisasi yang dijalankan pemerintah menjadi langkah awal untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak sekaligus memastikan proses belajar mengajar dapat berlangsung tanpa hambatan.
Pemerintah menargetkan pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat terus berlanjut sehingga sekolah-sekolah yang masih mengalami kerusakan dapat segera kembali beroperasi secara normal.










Discussion about this post