MASAKINI.CO – Partai Golkar Aceh mulai mempersiapkan langkah menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat kapasitas kader legislatifnya. Sebanyak 90 anggota Fraksi Golkar dari DPRA dan DPRK se-Aceh mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar DPD Partai Golkar Aceh di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (10/7/2026).
Bimtek tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelantikan pengurus baru DPD Partai Golkar Aceh sekaligus strategi awal partai dalam memetakan kekuatan dan meningkatkan kualitas kerja politik para legislator.
Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, mengatakan penguatan kapasitas anggota legislatif menjadi langkah penting untuk menghadapi perubahan dinamika politik, terutama menjelang Pemilu 2029.
Menurutnya, anggota DPR dari Fraksi Golkar merupakan modal utama partai dalam mempertahankan sekaligus menambah perolehan kursi pada pemilu mendatang. Karena itu, para legislator harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap fungsi parlemen, mulai dari legislasi, penganggaran hingga pengawasan.
“Bimtek ini menjadi instrumen penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas anggota dewan dalam menjalankan tugasnya. Mereka harus memahami regulasi, memperkuat fungsi pengawasan, serta mampu membangun komunikasi publik yang efektif,” ujar Salim.
Ia menyebut, tantangan politik saat ini tidak hanya berkaitan dengan kerja-kerja di parlemen, tetapi juga kemampuan kader dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat yang semakin berubah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan, perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah pola komunikasi politik. Menurutnya, anggota legislatif tidak lagi cukup hanya mengandalkan pertemuan langsung dengan masyarakat, tetapi juga harus mampu memanfaatkan ruang digital.
“Cara kerja politik hari ini sudah berubah. Komunikasi tidak hanya melalui tatap muka, tetapi juga melalui media sosial, digitalisasi, bahkan AI. Anggota DPR harus mampu beradaptasi agar masyarakat mengetahui apa yang mereka kerjakan,” kata Ahmad Doli.
Ia menilai kemampuan membangun citra positif di ruang digital menjadi bagian penting karena kinerja individu anggota dewan turut membawa citra partai.
“Ketika anggota DPR melakukan kerja yang positif, yang mendapatkan dampak bukan hanya dirinya, tetapi juga Partai Golkar secara keseluruhan,” ujarnya.
Selain penguatan kapasitas, Ahmad Doli menyebut Bimtek tersebut juga menjadi tahap awal pemetaan kekuatan Golkar Aceh menuju Pemilu 2029. Partai, kata dia, ingin memastikan kesiapan kader legislatif, termasuk melihat peluang mempertahankan kursi maupun menambah perolehan kursi di setiap tingkatan.
“Target kita tentu ada penambahan kursi di setiap daerah pemilihan, baik DPR RI, DPRA maupun DPRK. Tetapi saat ini masih tahap pemetaan karena dinamika politik masih terus berkembang,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait fungsi legislasi, pengelolaan anggaran, strategi pemenangan pemilu, komunikasi politik, hingga pemanfaatan media digital.
Pelaksanaan Bimtek ini menjadi bagian dari konsep baru Partai Golkar, yakni setiap pelantikan pengurus daerah akan diawali dengan kegiatan Bimtek dan dilanjutkan dengan rapat kerja daerah (Rakerda) sebagai upaya mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah.
Melalui langkah tersebut, Golkar Aceh menargetkan seluruh struktur dan kader partai semakin siap menghadapi kontestasi politik 2029 dengan organisasi yang lebih solid dan kerja politik yang lebih adaptif.








Discussion about this post