MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Hari Perdana Masuk Madrasah, Kemenag Tekankan Lingkungan Belajar Aman Tanpa Perundungan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Juli 2026
in News
0

Murid baru MTsN 2 Aceh Besar saat Matamuda hari perdana masuk sekolah di Komplek Madrasah Terpadu Tungkop, Aceh Besar, Senin (13/7/2026). | Foto: Humas Kemenag Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hari pertama masuk madrasah tahun pelajaran 2026/2027 menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan belajar yang baru. Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar meminta seluruh madrasah memastikan pelaksanaan Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) berlangsung ramah anak, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H Saifuddin SE, menyampaikan hal tersebut saat memantau pelaksanaan hari pertama masuk madrasah di Kompleks Madrasah Terpadu Tungkop, Aceh Besar, Senin (13/7/2026).

RelatedPosts

Usai Dilimpahkan Kejaksaan, Dua Terdakwa Dugaan Khalwat-Ikhtilath Mulai Disidangkan

BMKG: Tiga Wilayah Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

Satpol PP-WH Aceh Besar Perketat Pengawasan Syariat di Objek Wisata Mata Ie

Menurut Saifuddin, Matamuda bukan hanya kegiatan pengenalan lingkungan madrasah, tetapi menjadi langkah awal membangun rasa nyaman dan diterima bagi peserta didik sejak hari pertama mereka memulai pendidikan.

“Madrasah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dan terlindungi sejak hari pertama,” ujar Saifuddin.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian Matamuda harus dirancang secara edukatif dan menyenangkan agar peserta didik dapat mengenal guru, teman, budaya madrasah, tata tertib, serta nilai-nilai yang diterapkan di lingkungan sekolah.

Saifuddin yang akrab disapa Yahwa mengatakan, menciptakan madrasah ramah anak bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala madrasah dan guru, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah, orang tua, hingga masyarakat.

Karena itu, ia meminta madrasah tidak mengemas kegiatan taaruf sebatas penyampaian materi, tetapi menghadirkan aktivitas kreatif seperti permainan edukatif, pengembangan bakat, praktik langsung, serta kegiatan kolaboratif yang membuat murid baru lebih mudah beradaptasi.

“Tahun ini masa taaruf juga harus menjadi langkah awal bagi madrasah untuk mengenali karakter, minat, dan potensi setiap murid. Dari sana pembinaan karakter dan akademik dapat dilakukan secara berkelanjutan. Bonusnya adalah prestasi,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada praktik perpeloncoan dalam pelaksanaan Matamuda. Seluruh kegiatan harus bebas dari kekerasan fisik, psikis, maupun tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H Khairul Azhar, yang membuka pelaksanaan Matamuda di Madrasah Terpadu Tungkop, menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas dan budaya madrasah kepada peserta didik baru.

“Pelaksanaan Matamuda tidak boleh ada perpeloncoan, tetapi harus berorientasi pada pembentukan karakter, penanaman nilai positif, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” kata Khairul.

Ia juga mengajak peserta didik baru menerapkan tujuh kebiasaan anak hebat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun pagi, taat beribadah, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, hingga tidur lebih awal.

Khairul berharap hari pertama masuk madrasah menjadi awal perjalanan bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, sehat, dan berprestasi.

“Mudah-mudahan hari pertama masuk madrasah ini menjadi titik awal perjalanan menuju kesuksesan. Kita harus bangga menjadi anak madrasah,” pungkasnya.

Tags: Hari Perdana Masuk SekolahKemenag Aceh BesarMasa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda)Sekolah Ramah Anaktahun pelajaran 2026/2027
Previous Post

Imigrasi Perketat Seleksi WNA, Penerbitan Bebas Visa Dipangkas 87 Persen

Next Post

BMKG: Tiga Wilayah Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

Related Posts

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda Ajang Pemetaan Bakat Murid Baru

by Riska Zulfira
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai langkah awal untuk mengenali...

Kemenag Aceh Besar Salurkan Rp173,4 Juta untuk 578 Anak Yatim dan Difabel

by Redaksi
25 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menyalurkan santunan senilai Rp173,4 juta kepada 578 anak yatim dan penyandang...

MIN 27 Aceh Besar Sabet 11 Penghargaan Nasional di Festival Literasi 2026

by Redaksi
25 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar mencatat prestasi membanggakan dengan meraih 11 penghargaan tingkat nasional pada ajang...

Next Post
BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

BMKG: Tiga Wilayah Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

Usai Dilimpahkan Kejaksaan, Dua Terdakwa Dugaan Khalwat-Ikhtilath Mulai Disidangkan

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co