MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juli 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ekonom: Aceh Butuh Industri Besar untuk Ubah Struktur Ekonomi

Aininadhirah by Aininadhirah
22 Juli 2026
in News
0

Guru besar prodi ekonomi pembangunan USK, Prof.Dr. Aliasuddin | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aceh membutuhkan dorongan besar melalui pembangunan industri berskala besar untuk mengubah struktur perekonomian daerah. Pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam, terutama gas alam, dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi Aceh.

Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Aliasuddin, saat menjadi narasumber dalam Workshop Sensus Ekonomi 2026 di BSI UMKM Center, Selasa (21/7/2026).

RelatedPosts

Taman Telepon Direvitalisasi, Pemko Banda Aceh Hidupkan Jejak Sejarah Kota Tua

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, Aplikasi AMAN Jadi Kanal Aduan Kekerasan

Harga Emas Perhiasan dan Antam Hari Ini

Aliasuddin mengatakan Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya gas alam, yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk membangun industri turunan bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, gas alam tidak hanya dapat dijual sebagai komoditas mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi industri seperti pabrik kimia, pupuk, dan berbagai produk hilirisasi lainnya.

“Aceh ini kaya akan gas alam, kita bisa menghasilkan pabrik kimia, pabrik pupuk, dan banyak lagi. Aceh juga butuh ekonomi. Kalau masuk gas, ekonomi kita berubah strukturnya. Bayangkan anak-anak kita tidak perlu bekerja keluar, cukup di Aceh saja dan uang kita bisa lebih banyak lagi,” ujar Aliasuddin.

Ia menjelaskan, pembangunan industri besar akan memberikan dampak lebih luas karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperbesar perputaran uang di daerah.

Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat Aceh yang mencari pekerjaan ke luar daerah karena terbatasnya kesempatan kerja di dalam daerah. Padahal, pengembangan industri berbasis potensi lokal dapat membuka peluang bagi tenaga kerja Aceh untuk bekerja di daerah sendiri.

Aliasuddin juga menilai pembangunan ekonomi Aceh tidak cukup hanya mengandalkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski memiliki peran penting bagi ekonomi masyarakat, UMKM dinilai belum mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dalam skala besar.

“Biar ekonomi maju, jangan hanya bergantung pada UMKM saja, itu sangat kecil. Kita butuh big push atau dorongan besar,” katanya.

Ia menyebut dorongan besar tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan investasi, pembangunan kawasan industri, serta kebijakan pemerintah yang mampu menarik investor untuk mengembangkan industri berbasis potensi unggulan Aceh.

Tags: big push ekonomiEkonom Acehgas alam Acehhilirisasi sumber daya alamindustri hilirInvestasi Acehpembangunan industri
Previous Post

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, Aplikasi AMAN Jadi Kanal Aduan Kekerasan

Next Post

Taman Telepon Direvitalisasi, Pemko Banda Aceh Hidupkan Jejak Sejarah Kota Tua

Related Posts

Mualem Akan Surati Presiden Prabowo, Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman di KEK Arun

by Ahmad Mufti
26 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) akan menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong hilirisasi cadangan minyak dan gas (migas)...

Aceh Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Rusia

by Redaksi
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh membuka peluang kerja sama investasi dengan Federasi Rusia sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan mendorong...

Mualem Terima Delegasi Belanda, Kerja Sama Penanganan Bencana hingga Investasi Dibahas

by Redaksi
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menerima kunjungan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di...

Next Post

Taman Telepon Direvitalisasi, Pemko Banda Aceh Hidupkan Jejak Sejarah Kota Tua

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co