MASAKINI.CO – Aceh membutuhkan dorongan besar melalui pembangunan industri berskala besar untuk mengubah struktur perekonomian daerah. Pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam, terutama gas alam, dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi Aceh.
Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Aliasuddin, saat menjadi narasumber dalam Workshop Sensus Ekonomi 2026 di BSI UMKM Center, Selasa (21/7/2026).
Aliasuddin mengatakan Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya gas alam, yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk membangun industri turunan bernilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, gas alam tidak hanya dapat dijual sebagai komoditas mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi industri seperti pabrik kimia, pupuk, dan berbagai produk hilirisasi lainnya.
“Aceh ini kaya akan gas alam, kita bisa menghasilkan pabrik kimia, pabrik pupuk, dan banyak lagi. Aceh juga butuh ekonomi. Kalau masuk gas, ekonomi kita berubah strukturnya. Bayangkan anak-anak kita tidak perlu bekerja keluar, cukup di Aceh saja dan uang kita bisa lebih banyak lagi,” ujar Aliasuddin.
Ia menjelaskan, pembangunan industri besar akan memberikan dampak lebih luas karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperbesar perputaran uang di daerah.
Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat Aceh yang mencari pekerjaan ke luar daerah karena terbatasnya kesempatan kerja di dalam daerah. Padahal, pengembangan industri berbasis potensi lokal dapat membuka peluang bagi tenaga kerja Aceh untuk bekerja di daerah sendiri.
Aliasuddin juga menilai pembangunan ekonomi Aceh tidak cukup hanya mengandalkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski memiliki peran penting bagi ekonomi masyarakat, UMKM dinilai belum mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dalam skala besar.
“Biar ekonomi maju, jangan hanya bergantung pada UMKM saja, itu sangat kecil. Kita butuh big push atau dorongan besar,” katanya.
Ia menyebut dorongan besar tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan investasi, pembangunan kawasan industri, serta kebijakan pemerintah yang mampu menarik investor untuk mengembangkan industri berbasis potensi unggulan Aceh.









Discussion about this post