MASAKINI.CO – Dunia usaha menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik ekonomi berkelanjutan. Guru Besar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Aliasuddin, menilai transformasi menuju ekonomi digital dan ekonomi hijau menjadi kunci untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Aliasuddin saat menjadi narasumber dalam Workshop Sensus Ekonomi 2026 di Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, digitalisasi telah mengubah pola bisnis secara menyeluruh. Teknologi tidak lagi hanya digunakan sebagai alat promosi, tetapi telah masuk ke berbagai sektor mulai dari proses produksi, distribusi, pelayanan konsumen, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
“Transformasi ekonomi Indonesia saat ini mengarah pada ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Karena itu, perlu dilihat sejauh mana pelaku usaha telah memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan praktik ekonomi hijau,” ujar Aliasuddin.
Ia menjelaskan, perkembangan ekonomi digital ditandai dengan semakin luasnya penggunaan internet, perdagangan elektronik (e-commerce), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), hingga sistem keamanan digital dalam aktivitas usaha.
Di sisi lain, ekonomi hijau menuntut dunia usaha untuk mulai menerapkan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, serta pemanfaatan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab.
Aliasuddin menilai, tantangan utama dalam mendorong transformasi ekonomi bukan hanya pada kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga tersedianya data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Data yang lengkap dan akurat akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, mendorong inovasi, menarik investasi, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting untuk memotret kondisi dunia usaha, termasuk tingkat pemanfaatan teknologi dan penerapan praktik ekonomi hijau oleh pelaku usaha.
Ia menambahkan, transformasi ekonomi digital dan ekonomi hijau harus berjalan secara bersamaan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.








Discussion about this post