MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Guru Besar USK: Ekonomi Digital dan Hijau Jadi Kunci Daya Saing Dunia Usaha

Aininadhirah by Aininadhirah
22 Juli 2026
in News
0

Guru besar prodi ekonomi pembangunan USK, Prof.Dr. Aliasuddin | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dunia usaha menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik ekonomi berkelanjutan. Guru Besar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Aliasuddin, menilai transformasi menuju ekonomi digital dan ekonomi hijau menjadi kunci untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Aliasuddin saat menjadi narasumber dalam Workshop Sensus Ekonomi 2026 di Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).

RelatedPosts

Terseret Arus Saat Berenang di Krueng Aceh, Pria Asal Keudah Ditemukan Tewas

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

Harga Emas Perhiasan Stabil, Antam Justru Naik Rp31 Ribu

Menurutnya, digitalisasi telah mengubah pola bisnis secara menyeluruh. Teknologi tidak lagi hanya digunakan sebagai alat promosi, tetapi telah masuk ke berbagai sektor mulai dari proses produksi, distribusi, pelayanan konsumen, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

“Transformasi ekonomi Indonesia saat ini mengarah pada ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Karena itu, perlu dilihat sejauh mana pelaku usaha telah memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan praktik ekonomi hijau,” ujar Aliasuddin.

Ia menjelaskan, perkembangan ekonomi digital ditandai dengan semakin luasnya penggunaan internet, perdagangan elektronik (e-commerce), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), hingga sistem keamanan digital dalam aktivitas usaha.

Di sisi lain, ekonomi hijau menuntut dunia usaha untuk mulai menerapkan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, serta pemanfaatan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab.

Aliasuddin menilai, tantangan utama dalam mendorong transformasi ekonomi bukan hanya pada kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga tersedianya data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Data yang lengkap dan akurat akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, mendorong inovasi, menarik investasi, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting untuk memotret kondisi dunia usaha, termasuk tingkat pemanfaatan teknologi dan penerapan praktik ekonomi hijau oleh pelaku usaha.

Ia menambahkan, transformasi ekonomi digital dan ekonomi hijau harus berjalan secara bersamaan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tags: dunia usahaEkonomi digitalEkonomi HijauSensus ekonomi 2026Transformasi EkonomiUSK
Previous Post

Taman Telepon Direvitalisasi, Pemko Banda Aceh Hidupkan Jejak Sejarah Kota Tua

Next Post

Besok Penertiban PKL di Kopelma Darussalam, Dishub Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Related Posts

Sampah Plastik Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Banda Aceh

by Aininadhirah
1 September 2026
0

MASAKINI.CO - Sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi sumber pendapatan sekaligus memberikan manfaat bagi...

Digelar Setiap 10 Tahun, Sensus Ekonomi 2026 Petakan Struktur Usaha Indonesia

by Aininadhirah
25 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai pendataan menyeluruh terhadap kegiatan ekonomi di Indonesia....

USK Himpun Peneliti Internasional Bahas Infrastruktur Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

by Redaksi
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menjadi pusat diskusi internasional terkait pengembangan infrastruktur tangguh terhadap perubahan iklim melalui penyelenggaraan...

Next Post

Besok Penertiban PKL di Kopelma Darussalam, Dishub Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Gubernur Sampaikan Raqan Pertanggungjawaban APBA 2025, Pendapatan Aceh Capai Rp10,70 Triliun

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co