MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekonomi digital dengan bergabung dalam Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur pada ajang Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Melalui deklarasi tersebut, Banda Aceh ikut membangun kolaborasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan startup digital yang berkelanjutan sekaligus menciptakan lebih banyak pelaku usaha berbasis teknologi atau techpreneur.
Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurut Zubir, kolaborasi yang terbangun dalam deklarasi tersebut mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, perluasan jejaring kemitraan, adopsi teknologi, penguatan regulasi, hingga diseminasi pengetahuan guna menciptakan ekosistem digital yang inovatif dan berdaya saing global.
“Diskominfotik Kota Banda Aceh berkomitmen mempercepat transformasi ekonomi daerah dengan membangun ekosistem startup lokal melalui program pembinaan kewirausahaan dan memfasilitasi integrasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan maupun bisnis UMKM,” kata Zubir dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, upaya tersebut dijalankan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media untuk memperkuat inovasi digital di daerah.
Selain mendorong lahirnya startup baru, Pemko Banda Aceh juga fokus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan keterampilan digital, literasi teknologi, hingga inkubasi bisnis bagi generasi muda dan pelaku UMKM.
“Kita sudah mulai menjalankan pelatihan keterampilan digital, literasi dasar, serta program inkubasi bisnis seperti hackathon untuk pemuda dan UMKM,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur pendukung ekonomi digital, termasuk penyediaan ruang kreatif atau coworking space dan perluasan akses internet hingga ke tingkat gampong.
Menurut Zubir, langkah tersebut tidak hanya bertujuan mempercepat transformasi digital, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia meyakini pengembangan ekosistem startup digital akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat perekonomian daerah.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem yang lebih terintegrasi, transparan, dan berbasis data.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem digital yang tangguh sehingga inovasi yang lahir dari Banda Aceh mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Zubir.









Discussion about this post