MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Kelahiran Usia Muda Menurun, Perempuan Indonesia Kini Lebih Banyak Melahirkan di Usia Matang

Ali L by Ali L
24 Juli 2026
in Nasional
0

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026–2030 di Jakarta, Kamis (23/7/2026). | Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO– Penurunan angka kelahiran di Indonesia semakin dipengaruhi perubahan pola usia perempuan saat melahirkan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka kelahiran pada perempuan usia muda, terutama 15–19 tahun dan 20–24 tahun, menurun signifikan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu pendorong turunnya Total Fertility Rate (TFR) nasional. Perempuan Indonesia kini cenderung menunda kelahiran hingga memasuki usia yang lebih matang.

RelatedPosts

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru

Harga BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun, Pemerintah Tunggu Tren Minyak Dunia

“Penurunan TFR ini didorong oleh angka kelahiran pada perempuan kelompok umur 15 sampai 19 tahun dan 20 sampai 24 tahun yang menurun secara signifikan. Sekarang kecenderungannya adalah perempuan melahirkan pada usia yang lebih matang,” kata Amalia, mengutip infopublik.id, (24/7/2026).

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan, TFR perempuan usia 15–49 tahun tercatat 2,13 anak per perempuan. Angka ini menurun dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2020, namun masih berada pada tingkat replacement level atau tingkat penggantian penduduk.

Di tengah penurunan kelahiran pada kelompok usia muda, BPS justru mencatat peningkatan angka kelahiran pada perempuan berusia 25–29 tahun. Data kelahiran periode Juli 2022 hingga Juni 2025 juga menunjukkan mayoritas bayi di Indonesia lahir dari ibu berusia 25–34 tahun.

“Artinya, usia produktif perempuan untuk melahirkan saat ini didominasi kelompok umur 25 sampai dengan 34 tahun,” ujar Amalia.

Menurut BPS, perubahan pola tersebut menunjukkan adanya pergeseran fertilitas di Indonesia. Perempuan semakin banyak menunda kehamilan dan kelahiran hingga memasuki usia dewasa yang lebih matang. Namun, jumlah kelahiran kembali menurun cukup tajam setelah perempuan memasuki usia 35 tahun.

SUPAS 2025 juga mencatat jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 284,67 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,08 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Meski secara nasional angka kelahiran menurun, kondisi fertilitas di setiap daerah masih berbeda. Pulau Jawa umumnya memiliki TFR lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya, sementara sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia masih mencatat tingkat fertilitas yang lebih tinggi.

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan TFR tertinggi, yakni 2,78 anak per perempuan. Sementara itu, DKI Jakarta mencatat TFR terendah sebesar 1,79.

Sejumlah provinsi lain, seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Banten, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, juga telah mencatat TFR di bawah angka penggantian penduduk sebesar 2,1.

SUPAS 2025 dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan melibatkan 664.640 rumah tangga sampel.

Amalia mengatakan, hasil survei tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan kependudukan dan kesehatan. Data itu juga digunakan untuk menyesuaikan intervensi dalam Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026–2030 dengan karakteristik demografi masing-masing daerah.

Tags: angka kelahiranBPSfertilitas Indonesiaperempuan usia mudaSUPAS 2025TFR
Previous Post

Pemerintah Akan Bentuk Tim Terpadu Awasi Konten LGBT di Ruang Publik dan Digital

Next Post

Aceh Tutup Akses BBM ke Lokasi Tambang Ilegal

Related Posts

Illiza Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Jadi Dasar Arah Pembangunan Banda Aceh

by Riska Zulfira
16 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Banda Aceh untuk berpartisipasi aktif...

IDI Aceh Naik Tajam, Kini Tertinggi di Sumatera

by Ahmad Mufti
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Aceh tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh meraih...

Data Desil Tak Akurat, Bantuan Sosial Berisiko Salah Sasaran

by Aininadhirah
12 April 2026
0

MASAKINI.CO – Ketidaksesuaian antara data desil dan kondisi ekonomi riil masyarakat kembali menjadi sorotan, menyusul masih ditemukannya kasus bantuan sosial...

Next Post

Aceh Tutup Akses BBM ke Lokasi Tambang Ilegal

Banjir Terjang Gayo Lues, Rumah Warga di Cane Toa Terendam

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co