MASAKINI.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendorong penataan kawasan taman di bawah jembatan fly over Simpang Surabaya agar dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki nilai estetika bagi masyarakat.
Usulan tersebut disampaikan Badan Anggaran (Banggar) DPRK Banda Aceh dalam rapat paripurna penyampaian pendapat, usul, dan saran terhadap Rancangan Qanun (Raqan) tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banda Aceh di Gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (23/7/2026) lalu.
Anggota Banggar DPRK Banda Aceh dari Fraksi PAN, M. Zidan Al Hafidh, mengatakan kawasan di bawah fly over Simpang Surabaya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari penataan wajah kota.
Menurutnya, pengelolaan kawasan tersebut perlu dilakukan secara kolaboratif oleh perangkat daerah terkait agar dapat menjadi ruang terbuka yang mendukung aktivitas masyarakat.
Selain kawasan fly over, Banggar juga mendorong peningkatan kualitas berbagai pembangunan fisik yang dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam sektor infrastruktur, DPRK meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Aceh terkait penanganan sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Banggar juga mendorong adanya pemantauan berkala terhadap fasilitas underpass serta kajian teknis terkait elevasi kawasan tersebut sebagai langkah mendukung pengelolaan infrastruktur yang lebih baik, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca tertentu.
“Kami meminta kepada PUPR agar memperkuat database jalan, saluran, dan persoalan ke-PU-an lainnya yang dialami masyarakat. Dengan database yang baik, permasalahan yang muncul dapat lebih cepat ditangani,” ujar Zidan.
Selain infrastruktur, Banggar turut memberi perhatian terhadap pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Banda Aceh. Pemerintah kota didorong untuk terus menjaga fasilitas RTH yang telah tersedia serta mengoptimalkan kawasan yang memiliki potensi sebagai ruang publik.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Bustanussalatin. Banggar menilai kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang hijau sekaligus pusat aktivitas masyarakat di kawasan pusat kota.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab, didampingi Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah serta Wakil Ketua II Musriadi Aswad, dan dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).










Discussion about this post