MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

67 Persen Orang Tua Masih Beri Kental Manis ke Balita, Kemenkes Dorong Edukasi Gizi

Ali L by Ali L
25 Juli 2026
in News
0

Ilustrasi AI | Foto: Infopublik.id

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti masih tingginya praktik pemberian susu kental manis kepada balita sebagai pengganti susu. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait pemenuhan gizi anak.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, mengatakan hasil survei Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi perhatian serius karena masih banyak orang tua yang belum memahami kandungan dan fungsi kental manis.

RelatedPosts

BPH Migas Temukan Dugaan Pengeritan BBM Subsidi di Sejumlah SPBU Aceh

Banjir Krueng Sawang Aceh Utara Bawa Gelondongan Kayu, Sejumlah Akses Terputus

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rp7,51 Juta per Mayam

“Hasil ini tentu menjadi keprihatinan kita bahwa masih minimnya pengetahuan gizi, terutama terkait makanan pendamping ASI,” kata Lovely, mengutip infopublik.id, Sabtu (24/7/2026).

Survei Unisba terhadap 2.150 orang tua balita di Indonesia menemukan sebanyak 67,6 persen responden masih memberikan kental manis sebagai pengganti susu pertumbuhan.

Menurut Lovely, pemahaman tersebut keliru karena kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi, sementara kandungan susunya relatif sedikit.

Ia menjelaskan, gula dalam produk kental manis ditambahkan untuk membantu memperpanjang masa simpan. Akibatnya, sebagian besar kalori dalam produk tersebut berasal dari gula atau karbohidrat.

“Gula ini sengaja ditambahkan sebagai pengawet alami agar produk memiliki masa simpan yang lama,” ujarnya.

Lovely menyebut perubahan kebiasaan masyarakat tidak mudah karena persepsi tentang kental manis sebagai susu telah terbentuk dalam waktu lama. Menurutnya, iklan masa lalu, harga yang relatif murah, serta daya simpan yang panjang menjadi beberapa faktor yang membuat produk tersebut tetap dipilih sebagian keluarga.

Selain itu, kebiasaan membaca label pangan yang masih rendah turut memperkuat kesalahpahaman. Banyak masyarakat belum memahami perbedaan kandungan gizi antara susu dan kental manis.

Menariknya, survei Unisba juga menunjukkan hampir separuh responden merupakan lulusan perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan persoalan tersebut bukan hanya terkait pendidikan formal, tetapi juga literasi gizi.

“Persoalan kental manis bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi pemahaman mengenai gizi yang perlu terus diperkuat,” kata Lovely.

Kemenkes pun mendorong penguatan peran kader Posyandu, Puskesmas, dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada keluarga.

Edukasi tersebut meliputi pemahaman gizi seimbang, kebiasaan membaca label pangan, serta pemanfaatan makanan lokal bergizi sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan anak.

“Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan untuk melakukan edukasi langsung kepada para ibu tentang gizi seimbang dan pemenuhannya berbasis makanan lokal yang terjangkau,” ujar Lovely.

Tags: Balita Konsumsi Susu Kental ManisDirektur Pelayanan Kesehatan Keluarga KemenkesEdukasi GiziKementerian Kesehatanpemahaman gizi seimbang
Previous Post

DPRK Dorong Penataan Kawasan Fly Over Simpang Surabaya Jadi Ruang Publik yang Lebih Nyaman

Next Post

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rp7,51 Juta per Mayam

Related Posts

Terkendala Penggunaan Aplikasi Sisrute Jadi Penyebab Pasien Terlantar di IGD Rumah Sakit

by Riska Zulfira
20 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengungkapkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan pasien terlantar di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah...

Ini 4 Dampak Jika Jarang Minum Air Putih

Saran Menteri Kesehatan Biar Jalani Ibadah Puasa Nyaman

by Alfath Asmunda
12 Maret 2024
0

MASAKINI.CO - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberi saran kesehatan untuk masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan 1445 H/2024...

Kanker Serviks Penyebab Kematian Tertinggi Wanita di Indonesia

by Riska Zulfira
3 Februari 2024
0

MASAKINI.CO - Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyebutkan penyebab kematian wanita tertinggi di Indonesia, kanker serviks. Maka...

Next Post

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rp7,51 Juta per Mayam

Banjir Krueng Sawang Aceh Utara Bawa Gelondongan Kayu, Sejumlah Akses Terputus

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co