MASAKINI.CO – Memperingati Hari Anak Nasional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 11 menghadirkan metode belajar alternatif bagi anak-anak Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, melalui tayangan film edukatif.
Kegiatan nonton bersama (NOBAR) yang digelar di Kantor Geuchik Gampong Cut Langien, Jumat (24/7/2026), tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai media pembentukan karakter dan penanaman nilai moral sejak usia dini.
Ketua KKN USK Kelompok 11, Ari Maulana, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang perlu dibekali bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat,” kata Ari.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak menyaksikan dua film edukatif dari kanal Kabi – Grow With Your Deen, yakni “Hazeem Pelit! Bekal Banyak Tapi Tidak Mau Berbagi – Petualangan Kabi dan Bica” serta “Kisah Nabi Muhammad SAW – Kelahiran Rasul Terakhir.”
Kedua tayangan tersebut dipilih karena menyampaikan pesan pendidikan karakter melalui cerita yang mudah dipahami anak-anak. Pesan yang disampaikan meliputi pentingnya berbagi, menghormati orang tua, kejujuran, kepedulian, hingga meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Puluhan anak terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain menikmati tayangan, mereka juga diajak berdiskusi mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam film.
Menurut Ari, pendekatan pembelajaran melalui media audio visual menjadi cara efektif untuk menarik perhatian anak sekaligus membantu mereka memahami nilai kehidupan melalui pengalaman yang menyenangkan.
“Melalui kegiatan nonton bersama ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dengan pesan tentang kejujuran, kepedulian, semangat berbagi, menghormati orang tua, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Akifa, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai film yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya belajar kalau kita harus suka berbagi dengan teman, menghormati orang tua, dan menjadi anak yang baik,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas melalui pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 16 melalui penguatan karakter, nilai moral, serta budaya saling menghargai.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK Kelompok 11, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan edukasi karakter dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata melalui program sederhana yang memiliki dampak positif bagi masyarakat.










Discussion about this post