MASAKINI.CO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menemukan tiga sampel kerupuk yang diduga mengandung bahan berbahaya boraks dalam pengawasan pangan di sejumlah warung kopi di Kota Banda Aceh.
Temuan tersebut diperoleh dalam kegiatan pengawasan melalui inovasi Sanger Ureueng Aceh yang dilakukan BBPOM Aceh bersama Satuan Karya Pramuka POM (SAKA POM). Dalam kegiatan itu, petugas mengambil 10 sampel pangan dari lima warung kopi untuk dilakukan pengujian cepat.
Dari hasil pemeriksaan awal, tiga sampel kerupuk menunjukkan indikasi mengandung boraks. BBPOM Aceh kemudian membawa seluruh sampel tersebut ke laboratorium untuk dilakukan uji konfirmasi guna memastikan kandungan bahan berbahaya tersebut.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, mengatakan hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku.
“Penggunaan bahan berbahaya seperti boraks dalam pangan memiliki risiko terhadap kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Karena itu, setiap temuan perlu dipastikan melalui pengujian lanjutan,” ujarnya.
Melalui program pengawasan Sanger Ureueng Aceh, pihaknya menyasar warung kopi sebagai salah satu pusat aktivitas kuliner masyarakat di Banda Aceh. Selain melakukan pemeriksaan sampel pangan, petugas juga mengecek penerapan keamanan pangan, termasuk kebersihan, sanitasi, serta penggunaan bahan baku yang memenuhi ketentuan.
Tim melakukan edukasi kepada pelaku usaha terkait penggunaan bahan pangan aman serta pentingnya memastikan produk yang digunakan memiliki izin edar.
BBPOM Aceh mengingatkan pelaku usaha agar tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang serta memastikan seluruh produk yang dijual berasal dari sumber yang legal dan aman.
Hasil uji laboratorium terhadap tiga sampel kerupuk tersebut masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. BBPOM Aceh akan menentukan langkah berikutnya setelah hasil konfirmasi kandungan bahan dalam sampel tersebut keluar.










Discussion about this post