MASAKINI.CO – Bea Cukai Banda Aceh memberikan dukungan terhadap pengembangan industri lokal melalui pemberian fasilitas pembebasan cukai etil alkohol kepada PT Naraya Indo Prima. Fasilitas ini diberikan untuk mendukung kebutuhan bahan baku produksi parfum, alkolis, dan hand sanitizer.
Dukungan tersebut berupa fasilitas Pengguna Pembebasan Cukai Etil Alkohol yang telah dirusak (denatured ethyl alcohol) jenis SDA BIT 6 dan SDA IPA 5. Bahan baku tersebut memiliki peran penting dalam proses produksi, terutama untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri.
Dalam industri parfum, etil alkohol berfungsi sebagai pelarut utama yang membantu mencampurkan komponen aroma, mempercepat penguapan wangi, serta menjaga kestabilan produk. Sementara pada industri hand sanitizer, etil alkohol menjadi bahan aktif utama sebagai antiseptik.
Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh Rahmat Priyandoko mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam mendukung pertumbuhan sektor industri di Aceh, khususnya melalui kemudahan akses bahan baku bagi pelaku usaha.
“Melalui pemberian fasilitas Pengguna Pembebasan Cukai Etil Alkohol yang telah dirusak, Bea Cukai berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri di Banda Aceh dan sekitarnya. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri,” kata Rahmat.
Menurutnya, pemberian fasilitas cukai tidak hanya memberikan kemudahan bagi dunia usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat dan kompetitif.
Pemberian fasilitas tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pemberian Pembebasan Cukai Etil Alkohol yang telah diperbarui melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2026.
Bea Cukai Banda Aceh terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai fasilitas kepabeanan dan cukai yang tersedia. Selain memberikan layanan, Bea Cukai juga membuka ruang konsultasi serta pendampingan agar pelaku usaha dapat memahami dan memenuhi ketentuan yang berlaku.









Discussion about this post