MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tekan Inflasi, BI Aceh Perkuat Produksi Cabai Merah Lewat Pendampingan Petani di Aceh Barat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Agustus 2026
in News
0

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar kegiatan bantuan teknis (bantek) budidaya cabai merah bagi kelompok tani binaan di Kabupaten Aceh Barat | Foto: Humas Bank Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat langkah pengendalian inflasi pangan dengan mendorong peningkatan produksi cabai merah di Kabupaten Aceh Barat. Melalui program bantuan teknis (bantek) budidaya cabai merah, BI Aceh memberikan pendampingan kepada kelompok tani binaan agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pasokan pangan strategis daerah.

Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh itu menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan dengan memperkuat sektor produksi, terutama komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi.

RelatedPosts

Banyak Mahasiswa Mulai Terindikasi Tekanan Darah Tinggi, Klinik UIN Ar-Raniry Ingatkan Pola Hidup Sehat

Kebocoran BBM Subsidi di Aceh Capai 885 Ribu Liter per Hari, Negara Berpotensi Rugi Rp1 Triliun

Kemenekraf Dorong Produk Kreatif Aceh Tembus Pasar Lebih Luas, Perkuat Branding dan Komersialisasi

Cabai merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena tercatat sebagai penyumbang inflasi tahunan (yoy) tertinggi di Kabupaten Aceh Besar pada Juli 2026. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan produksi cabai agar ketersediaan pasokan tetap terjaga dan gejolak harga dapat ditekan.

Dalam pendampingan tersebut, BI Aceh menggandeng Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memberikan pelatihan kepada petani, mulai dari teknik persiapan lahan, pengolahan tanah, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga pengelolaan keuangan usaha tani.

Sebanyak lima kelompok tani binaan BI Aceh di Aceh Barat mengikuti kegiatan ini, yakni Kelompok Tani Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok. Kegiatan juga melibatkan penyuluh pertanian dari tingkat kecamatan dan desa binaan.

Tidak hanya berfokus pada teknik budidaya, petani juga dibekali kemampuan mengelola penggunaan pupuk secara lebih efisien. Praktisi budidaya cabai merah Hafrizal bersama Konsultan Pertanian Bank Indonesia Provinsi Aceh Andi Hidayat memperkenalkan penggunaan alat Jinawi untuk mengukur unsur hara tanah.

“Dengan pengukuran unsur hara tanah, rekomendasi pemupukan dapat diberikan secara tepat sasaran sehingga petani tidak mengeluarkan biaya secara berlebihan,” jelas Hafrizal dan Andi Hidayat, Kamis (20/8/2026).

Sebagai bentuk keberlanjutan program, BI Aceh dan kelompok tani juga menandatangani komitmen bersama. Melalui komitmen tersebut, petani didorong untuk melakukan pencatatan keuangan usaha secara tertib, mendokumentasikan perkembangan budidaya, menerapkan rekomendasi teknis, serta menjaga pemanfaatan bantuan produksi yang telah diberikan.

Tags: Bank Indonesia Acehcabai merah Aceh BaratGerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahterakelompok tani binaan BIKetahanan Pangan Acehpengendalian inflasi pangan
Previous Post

Kebocoran BBM Subsidi di Aceh Capai 885 Ribu Liter per Hari, Negara Berpotensi Rugi Rp1 Triliun

Next Post

RSUD Aceh Timur Dapat Dukungan Rp46,7 Miliar untuk Pulihkan Layanan Pascabanjir

Related Posts

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, BI Sebut Rekonstruksi Pascabencana Jadi Pendorong

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi ikut menopang pertumbuhan ekonomi Aceh hingga triwulan II 2026 yang mencapai 4,86...

Rehabilitasi 57 Ribu Hektare Sawah Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Pemerintah Aceh mendorong percepatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi untuk mengembalikan produktivitas petani sekaligus mempercepat pemulihan...

Presiden Resmikan Bendungan Rukoh dan Keureuto, Aceh Perkuat Ketahanan Pangan

by Redaksi
11 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dua bendungan strategis di Aceh, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, resmi...

Next Post

RSUD Aceh Timur Dapat Dukungan Rp46,7 Miliar untuk Pulihkan Layanan Pascabanjir

Banyak Mahasiswa Mulai Terindikasi Tekanan Darah Tinggi, Klinik UIN Ar-Raniry Ingatkan Pola Hidup Sehat

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co