MASAKINI.CO – Sebanyak 1.001 gelas sanger akan dibagikan secara gratis dalam agenda Sanger Day yang menjadi salah satu daya tarik Aceh Culinary Festival (ACF) 2026. Pembagian minuman khas Aceh tersebut berlangsung selama empat hari pelaksanaan festival, 11-14 September 2026, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.
Salah seorang inisiator Sanger Day, Nasrul, mengatakan pembagian sanger gratis tahun ini menggunakan sistem registrasi melalui barcode. Pengunjung terlebih dahulu mengisi data melalui kode batang tersebut sebelum memperoleh kupon untuk mendapatkan sanger.
“Jadi kebetulan di Sanger Day 2026, kita menggratiskan 1.001 gelas sanger. Ada kode batang (barcode) yang mengarahkan untuk mengisi data,” kata Nasrul.
Setelah melakukan registrasi, pengunjung akan mendapatkan barcode yang kemudian dipindai oleh panitia di stan Sanger Corner. Selanjutnya, pengunjung memperoleh kupon yang dapat ditukarkan di warung kopi yang berpartisipasi dalam Sanger Day 2026.
Nasrul menjelaskan, 1.001 gelas sanger tersebut tidak dibagikan sekaligus dalam satu hari, melainkan dibagi selama empat hari pelaksanaan ACF. Setiap harinya, sekitar 250 gelas sanger disediakan secara gratis bagi pengunjung yang melakukan registrasi sesuai jadwal pengambilan.
“Jadi 1.001 gelas sanger itu kita bagi ke dalam empat hari, bukan satu hari. Setiap hari sekira 250 gelas yang digratiskan sesuai tanggal pengambilan, lewat dari situ berarti tidak beruntung,” ujarnya.
Selain menghadirkan pembagian sanger gratis, Sanger Day 2026 juga membawa agenda baru berupa proyek kolektif untuk mendokumentasikan cerita dan pengetahuan masyarakat tentang minuman khas Aceh tersebut melalui sebuah buku berjudul “Sangerologi”.
Nasrul mengatakan buku tersebut nantinya akan menghimpun tulisan dari masyarakat maupun pihak lain yang ingin berkontribusi. Tulisan-tulisan yang terkumpul akan direkap dan disusun menjadi sebuah buku yang secara khusus mengangkat berbagai cerita mengenai sanger.
“Salah satu highlight tahun ini adalah, kita coba buat satu buku namanya Sangerologi. Di mana ini adalah projek kolektif. Nanti teman-teman bisa tulis, kirim ke kita nanti kita rekap semuanya dan jadikan buku,” kata Nasrul.
Buku “Sangerologi” ditargetkan diluncurkan pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Peringatan Sanger Sedunia. Peluncuran tersebut nantinya akan dirangkai dengan kegiatan bedah buku setelah proses pencetakan selesai.
Melalui pembagian 1.001 gelas sanger gratis dan penyusunan buku “Sangerologi”, Sanger Day 2026 tidak hanya menghadirkan sanger sebagai sajian yang dinikmati pengunjung, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut mendokumentasikan cerita dan kekayaan budaya di balik minuman khas Aceh tersebut.










Discussion about this post