MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Terima Demo Mahasiswa USK, Plt Sekda Aceh: Kami Tidak Eksklusif, Komunikasi Terbuka Setiap Saat

Redaksi by Redaksi
11 September 2026
in News
0

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait penanganan pemulihan pascabencana Aceh di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis sore (10/9/2026). | Foto; Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar aksi unjuk rasa terkait penanganan pemulihan pascabencana Aceh di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis sore (10/9/2026).

Taufik menegaskan Pemerintah Aceh terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat. Ia memastikan ruang komunikasi tetap dibuka untuk membahas berbagai persoalan dalam proses pemulihan pascabencana.

RelatedPosts

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi, 32 Ton BBM Disita

Pemerintah Aceh Ajukan Rancangan APBA 2027 Sebesar Rp10,37 Triliun

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Tujuh Lapak PKL di Jalan Pante Kulu

“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Menurut Taufik, Pemerintah Aceh bersama seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Percepatan tersebut mencakup sejumlah sektor penting, termasuk pendidikan, kesehatan dan penyediaan rumah hunian.

“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Aceh sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk mengevaluasi dan mendorong percepatan penanganan pascabencana.

Selain itu, komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga akan diperkuat agar persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami beberapa hari lalu duduk bersama semua SKPA. Kami akan bangun komunikasi yang intensif dengan kabupaten/kota,” kata Taufik.

Taufik juga mengakui Pemerintah Aceh tidak dapat bekerja sendiri dalam proses pemulihan. Karena itu, pemerintah membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan masukan sekaligus mencari solusi terhadap persoalan yang masih terjadi di lapangan.

“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” katanya.

Untuk memperkuat akses informasi, Pemerintah Aceh juga telah membuka posko yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait perkembangan penanganan pascabencana.

“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kami kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa tidak berhenti pada aksi penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, kritik dan masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya bersama mengawal proses pemulihan Aceh.

“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya.

Mahasiswa Soroti Kondisi Pascabencana

Dalam aksi tersebut, mahasiswa USK menyampaikan sejumlah temuan dan tuntutan terkait kondisi pemulihan pascabencana di Aceh.

Ketua BEM USK menyampaikan hasil observasi mahasiswa di sejumlah daerah, termasuk Gayo Lues. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan infrastruktur dan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana namun belum sepenuhnya tertangani.

Mahasiswa menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat pemulihan sektor pendidikan berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas belajar masyarakat terdampak bencana.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik USK menyoroti persoalan transparansi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Mahasiswa meminta pemerintah membuka informasi mengenai penggunaan dana sehingga publik dapat ikut mengawasi proses pemulihan.

Adapun Ketua BEM Fakultas Keperawatan USK menyoroti kondisi fasilitas kesehatan yang dinilai masih belum sepenuhnya pulih. Mahasiswa juga mempertanyakan minimnya serapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk penanganan pascabencana.

Aksi tersebut kemudian direspons Pemerintah Aceh melalui pertemuan langsung antara mahasiswa dan Plt Sekda Aceh. Pemerintah menyatakan akan memperkuat komunikasi dengan SKPA dan pemerintah kabupaten/kota serta terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dalam mengawal proses pemulihan pascabencana.[]

Tags: Mahasiswa USKPemerintah Acehpemulihan pascabencana AcehPlt Sekda AcehRehabilitasi Rekonstruksitransparansi anggaran
Previous Post

Sanger Day Hadirkan 1.001 Gelas Gratis dan Buku “Sangerologi” di ACF 2026

Next Post

Polresta Banda Aceh Bongkar Jaringan Curanmor, Tiga Pelaku Ditangkap dan Empat Motor Diamankan

Related Posts

Pemerintah Aceh Ajukan Rancangan APBA 2027 Sebesar Rp10,37 Triliun

by Alya Ulfa
26 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun...

Bener Meriah dan Aceh Tengah Terima Bantuan Bencana Rp4,85 Miliar dari Pemerintah Aceh

by Redaksi
26 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan persediaan logistik penanggulangan bencana (buffer stock) senilai Rp4,85 miliar untuk Kabupaten Bener Meriah dan...

15 Desa di Aceh Terima Penghargaan Percontohan Antikorupsi 2026

by Redaksi
21 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 15 desa di Aceh menerima penghargaan sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026. Penganugerahan yang diserahkan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah...

Next Post

Polresta Banda Aceh Bongkar Jaringan Curanmor, Tiga Pelaku Ditangkap dan Empat Motor Diamankan

11 Kapal Dikerahkan untuk Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau

Discussion about this post

CERITA

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

Semalam Bersama Kanye West

25 Oktober 2026

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co