MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, November 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Tumbuh 5,47 Persen, Ekonomi Indonesia Ditopang Konsumsi dan Investasi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 November 2026
in Nasional
0

Foto: Humas Ekon

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Perekonomian Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,2 persen. Penguatan tersebut terutama ditopang konsumsi rumah tangga dan peningkatan belanja pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan konsumsi rumah tangga masih tumbuh 5,04 persen dengan kontribusi mencapai 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,66 persen.

RelatedPosts

Kabar Gembira, Rekrutmen CPNS Dubuka November Ini

Hadapi Musim Paceklik, Pemerintah Salurkan 30 Kg Beras kepada 33,2 Juta Keluarga

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

“Pertumbuhan di kuartal ketiga ini didorong oleh berbagai komponen, yaitu permintaan domestik, daya beli masih tumbuh 5,04 persen, yaitu konsumsi rumah tangga dan kontribusinya 51,97 persen dari PDB nasional. Kemudian juga konsumsi pemerintah tumbuh positif di 8,95 persen dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya sekitar 5,66 persen,” kata Airlangga, mengutip infopublik.id, Jumat (5/11/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan belanja pemerintah pada triwulan II dan III turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Belanja tersebut antara lain berkaitan dengan pelaksanaan sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian ini menempatkan Indonesia di antara negara anggota G20 dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, di bawah India yang tumbuh 7,8 persen, tetapi melampaui Tiongkok sebesar 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, dan Jepang 0,7 persen.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB dengan kontribusi 19,22 persen dan pertumbuhan 5,87 persen. Kinerja tersebut didukung industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,09 persen, kimia dan farmasi 8,10 persen, logam dasar 9,94 persen, serta alat angkutan atau otomotif 6,14 persen.

Sejumlah sektor jasa juga mencatat pertumbuhan positif. Akomodasi dan makan minum tumbuh 11,22 persen, jasa keuangan 8,47 persen, transportasi dan pergudangan 8,03 persen, serta informasi dan komunikasi 7,13 persen. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen, antara lain didorong pelaksanaan proyek prioritas pemerintah.

Kinerja ekonomi juga tercermin dari realisasi investasi pada triwulan III 2026 yang mencapai Rp528,7 triliun atau tumbuh 7,6 persen secara tahunan. Investasi tersebut menyerap 745.634 tenaga kerja. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75 persen dari target tahun ini.

Investasi pada sektor hilirisasi tercatat Rp179,9 triliun pada triwulan III 2026, tumbuh 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Porsi investasi di luar Jawa juga meningkat menjadi 51,4 persen.

Dampak terhadap ketenagakerjaan turut terlihat dari bertambahnya jumlah penduduk bekerja sebanyak 1,44 juta orang menjadi 147,99 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,85 persen menjadi 4,75 persen, sedangkan tingkat kemiskinan menurun dari 8,25 persen menjadi 8,07 persen.

Meski menunjukkan penguatan, pemerintah tetap mencermati sejumlah risiko yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama tekanan harga pangan dan energi serta dinamika nilai tukar rupiah. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, subsidi, dan penyaluran bantuan sosial.

Di sektor pangan, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 4,56 juta ton. Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai target 828 ribu ton, sedangkan realisasi bantuan pangan beras periode Juli–September mencapai 97,01 persen. Pemerintah juga menyiapkan penyaluran 997,3 ribu ton bantuan beras untuk periode Oktober–Desember 2026.

Pemerintah turut memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Hingga 5 November 2026, penyaluran kredit program mencapai Rp303,9 triliun atau 92,17 persen dari plafon, dengan jumlah penerima 4,37 juta debitur. Pembiayaan tersebut diklaim mendukung penyerapan 13,13 juta tenaga kerja, dengan 68,09 persen di antaranya disalurkan ke sektor produksi. Salah satu program terbaru yang disiapkan adalah Kredit Perempuan Pra Sejahtera (KPPS) dengan bunga tetap 8 persen.

Airlangga menyebut momentum pertumbuhan diperkirakan tetap positif memasuki triwulan IV 2026. Hal itu antara lain tercermin dari indeks PMI manufaktur Oktober yang berada di level 54,0, meningkat dari 52,4 pada bulan sebelumnya.

Sejumlah indikator lain juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang masih bergerak positif. Indeks Keyakinan Konsumen September tercatat 118,1, kredit perbankan tumbuh 13,26 persen, penjualan mobil September meningkat 28,1 persen, dan penjualan sepeda motor tumbuh 15,4 persen. Sementara itu, inflasi Oktober 2026 tercatat terkendali pada level 3,23 persen secara tahunan.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai program diskon nasional menjelang Natal dan Tahun Baru untuk mendorong konsumsi masyarakat, termasuk diskon transportasi, BINA Great Sale, dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Tags: 47 persenAirlangga Hartartobelanja pemerintahEkonomi Indonesia 2026Konsumsi Rumah Tanggapertumbuhan ekonomi 5triwulan III 2026
Previous Post

Perusahaan di Banda Aceh Didorong Sisihkan Dana CSR untuk Lindungi Pekerja Informal

Next Post

BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pekerja Rumah Tangga Juga Butuh Perlindungan

Related Posts

Pemerintah Berlakukan Aturan Baru DHE SDA, Ekspor Sawit hingga Batu Bara Diawasi Satu Pintu Mulai Juni

by Ahmad Mufti
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah mulai memperketat pengawasan ekspor komoditas sumber daya alam strategis dengan memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun...

25 Persen Generasi Muda Pengangguran Akibat Perlambatan Pertumbuhan Global

by Ali L
29 April 2024
0

MASAKINI.CO – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan dunia saat ini dipenuhi ketimpangan akibat perlambatan pertumbuhan global, ancaman...

Pandemi Belum Usai, DPRA Dorong Pelaku Wisata Ketatkan Disiplin Prokes

Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan, Pemerintah Dorong Lestarikan Warisan Budaya

by Ali L
24 Agustus 2022
0

MASAKINI.CO - Sektor pariwisata Indonesia terus membaik seiring dengan perekonomian nasional yang tumbuh impresif di angka 5,44% (yoy) pada kuartal...

Next Post

BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pekerja Rumah Tangga Juga Butuh Perlindungan

Kabar Gembira, Rekrutmen CPNS Dubuka November Ini

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co