MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Wali Nanggroe Aceh Terima Anugerah Tokoh Perdamaian USK Award

Redaksi by Redaksi
10 Februari 2022
in Daerah
0
Wali Nanggroe Aceh Terima Anugerah Tokoh Perdamaian USK Award

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima anugerah Tokoh Perdamaian USK Award. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Perdamaian USK Award yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Kamis (10/2/2022).

Apresiasi tersebut merupakan penghargaan dari kampus USK atas personal yang telah berjasa mewujudkan dan menjaga perdamaian Aceh.

RelatedPosts

Zakat Fitrah di Aceh Besar Ditetapkan 2,8 Kg Beras per Jiwa

Bupati Aceh Besar Tekankan Penguatan Ekonomi Syariah dan Peran Lembaga Keistimewaan Aceh

Pon Yaya Siap Jalankan Amanah sebagai Ketua KPA Samudra Pase

“Ini yang pertama kali USK menganugerahkan tokoh perdamaian. Mudah-mudahan apa yang kami anugerahkan dan Wali Nanggroe menerimanya, menjadi contoh bagi kita semua. Agar kita, khususnya orang Aceh terus menjaga perdamaian,” kata Rektor USK Prof Samsul Rizal.

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan tersebut, Tgk. Malik mengatakan bahwa tokoh kunci terwujudnya perdamaian di Aceh tidak lain adalah almarhum Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Hasan Muhammad di Tiro.

“Karena atas dasar persetujuan beliau lah MoU Helsinki antara GAM dengan Pemerintah RI 15 Agustus 2005 silam bisa terwujud,” kata Tgk. Malik.

Wali Nanggroe Aceh yang ke 10 tersebut juga mengingatkan, MoU Helsinki merupakan kehendak bersama kedua belah pihak, yaitu GAM dan Pemerintah RI, dimana dunia internasional menjadi saksi saat penandatanganannya.

MoU Helsinki menjadi legal standing Aceh, sekaligus starting point menuju kemakmuran dan kesejahteraan di masa depan.

“17 Tahun kita sudah berdamai, kalau masalah uang terlihat tidak ada persoalan. Malah sebagian uangnya tidak mampu kita habiskan,” kata Wali Nanggroe. Hal yang menurutnya menjadi kendala ada pada SDM dan integritas pelaku pembangunan di Aceh.

Padahal di sisi lain, tuturnya, salah satu sebab Aceh bersedia berdamai adalah untuk tujuan mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan. Namun sayangnya, hal itu belum tercapai.

“Dalam hal ini orang Aceh harus sadar, terutamanya pemuda pemudi, harus mengerti dimana kepentingan kita di dalam NKRI ini. Kita ada kepentingan nasional Aceh sendiri sesuai dengan perjanjian yang telah kita tandatangani. itu adalah hak kita semua, Aceh bukan hanya milik suatu golongan dan inilah yang disebut nasional interest Aceh yang harus terus kita perjuangkan,” tambah Wali Nanggroe.

Dia juga mengingatkan, keteguhan dalam mempertahankan perdamaian Aceh tidak bisa dipertahankan tanpa kemitraan antara semua komponen bangsa Aceh.

Damai Aceh bukanlah karya atau kerja individu, tetapi karya bersama. Aceh tidak akan dapat melakukan apapun jika disertai rasa kebencian diantara sesama dan juga terhadap Indonesia yang menjadi pihak dalam perjanjian damai.

Karena itu, kata Wali Nanggroe, dirinya bertekad untuk meneruskan metode konsultasi dan komunikasi, dalam mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan nasional kedua pihak. Dan terus berusaha menghilangkan sumber-sumber hambatan dan perbedaan untuk perdamaian Aceh yang berkelanjutan.

“Kita telah memutuskan untuk berdamai dengan Republik Indonesia. Maka perdamaian ini juga harus berani kita pelihara dan jaga untuk terus kita perjuangkan sampai terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh,” pungkasnya.

Tags: Lembaga Wali NanggroeMalik Mahmud Al-HaytarTokoh PerdamaianUniversitas Syiah KualaUSK AwardWali Nanggroe Aceh
Previous Post

DPRA harap Gubernur Manfaatkan APBA untuk Pemberian Pupuk Subsidi Petani

Next Post

Ditahan Imbang Gasma Enrekang, Peluang PSLS Lhokseumawe ke Babak 32 Besar Tipis

Related Posts

BlindVision Hadir di SLB Negeri Banda Aceh, Tongkat Pintar Bantu Mobilitas Siswa Tunanetra

by Redaksi
1 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Inovasi teknologi berbasis kepedulian sosial kembali lahir dari kampus. Tim Yareuu dari Universitas Syiah Kuala memperkenalkan BlindVision, tongkat...

Produk Olahan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Dipasarkan di Eksis Ramadan USK

by Riska Zulfira
20 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Produk olahan warga terdampak banjir di Desa Seuneubok Simpang, Aceh Timur, resmi dipasarkan dalam ajang Exsis Ramadhan USK...

Wali Nanggroe Bahas Kebutuhan Air Bersih Pascabencana Aceh dengan Konsul AS

by Ahlul Fikar
23 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, membahas penanganan kebutuhan air bersih pascabencana banjir dan...

Next Post
Ditahan Imbang Gasma Enrekang, Peluang PSLS Lhokseumawe ke Babak 32 Besar Tipis

Ditahan Imbang Gasma Enrekang, Peluang PSLS Lhokseumawe ke Babak 32 Besar Tipis

Nahrawi Noerdin Pimpin DPC Hiswana Migas Aceh

Nahrawi Noerdin Pimpin DPC Hiswana Migas Aceh

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co