MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Dyah Erti Idawati Ajak Masyarakat Perangi Stunting

Masa Kini by Masa Kini
17 September 2019
in News
0
Dyah Erti Idawati Ajak Masyarakat Perangi Stunting
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengajak seluruh masyarakat untuk memerangi stunting. Dengan demikian generasi masa depan Aceh akan menjadi generasi unggul.

Dyah mengatakan, secara garis besar stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi tidak baik dan sempurna. Seperti tubuh anak menjadi lebih pendek dan berat badan pun kurang (kurus). Namun bukan hanya itu, kata Dyah, stunting juga mengakibatkan keterlambatan perkembangan otak anak, sehingga hal itu berdampak pada terhambatnya tingkat kecerdasan anak.

RelatedPosts

Kurangi Konsumsi Kafein Selama Puasa, Ini Dampaknya Jika Berlebihan

Panic Buying Picu SPBU Simpang Jam dan Ulee Lheue di Banda Aceh Kehabisan BBM

Harga Emas Hari Ini

“Yang kita khawatirkan adalah otaknya tidak berkembang, selain otak stunting juga menggangu pertumbuhan dan perkembangan fisik. Kalau generasi sekarang stunting gimana mau memimpin bangsa, padahal pak Nova mau anak-anak kita tumbuh menjadi generasi hebat untuk Aceh hebat,” kata Dyah saat memberi pelatihan peningkatan kapasitas kader masyarakat, di hotel Permata Hati, Banda Aceh, Selasa, 17/9.

Oleh sebab itu, Dyah menginginkan agar para ibu di seluruh Aceh untuk bisa mencukupi asupan gizi anak yang dimulai dari dalam kandungan hingga bayi berusia 2 tahun. 70 persen perkembangan otak anak dimulai pada usia tersebut dan akan terus berkembang ke 90 persen pada usia 5 tahun.

Ia menambahkan, bahwa penanganan pencegahan stunting harus dimulai dari tingkat gampong melalui Posyandu yang ada disetiap desa. “Kalau bukan dari gampong yang menangani ini maka tidak akan terselesaikan masalah stunting ini, kecuali panyakit yang membutuhkan penanganan medis profesional seperti bocor jantung, itu bisa di rujuk ke Provinsi,” katanya.

Selain itu, Dyah juga mengatakan bahwa saat ini Kementrian Kesehatan melalui pemerintah Aceh sedang menggalakkan program isi piringku. Dalam program tersebut menjelaskan keragaman makanan dalam satu piring, mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral seimbang sehingga mencukupi gizi tiap harinya.

Namun demikian, Dyah mengatakan pentingnya keberagaman tersebut karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan juga banyaknya asupan lauk makanan pun bergantung pada usia, karena tingkat kebutuhan gizi setiap usianya berbeda.

“Makan bukan hanya sekedar kenyang namun juga harus memenuhi nutrisi tubuh. Yang paling terpenting adalah protein dan itu harus diasup dari hamil, karena itu merupakan nutrisi yang paling dibutuhkan oleh otak si jabang bayi,” kata Dyah.

Selanjutnya, Dyah memperkenalkan para peserta tentang tata cara mencuci tangan dengan baik untuk mencegah anak dan ibu terkontaminasi bakteri yang masuk melalui tangan. Maka dari itu, kata Dyah, mencuci tangan dengan baik dan bersih juga merupakan cara ampuh untuk mencegah stunting. Selain mencuci tangan, olahraga rutin serta lingkungan hidup yang rapi, teratur, bersih, serta sanitasi yang baik juga turut andil membantu pencegahan stunting.[]

Tags: Gerakan Tolak StuntingPKK Aceh
Previous Post

MRI-ACT Aceh Ajak Siswa SMA Peduli Bencana Asap Riau

Next Post

Jelang Laga Hadapi Persita, Teror Telur Sambut Kehadiran Persiraja

Related Posts

Angka Perceraian di Aceh Meningkat, Ini Penyebabnya

by Riska Zulfira
21 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Kasus perceraian di Aceh menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan 3.000 kasus tercatat pada tahun 2022 melonjak menjadi 5.000...

Larang Kawin Beda Agama, MUI Apresiasi Sikap Mahkamah Agung

Perceraian Suami Istri di Aceh Tinggi, Ini Solusi dari Pemerintah

by Alfath Asmunda
14 November 2024
0

MASAKINI.CO - Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Safriati, mengungkap kasus perceraian suami istri di Serambi Mekkah...

Dinilai Mampu Tangani Stunting, Sabang Dipuji Ketua PKK Aceh

Dinilai Mampu Tangani Stunting, Sabang Dipuji Ketua PKK Aceh

by Redaksi
31 Agustus 2021
0

MASAKINI.CO - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Dyah Erti Idawati mengapresiasi upaya pemerintah dan pihak terkait lainnya...

Next Post

Jelang Laga Hadapi Persita, Teror Telur Sambut Kehadiran Persiraja

Menu Teror untuk Persiraja, Pagi Telur dan Malam Mercon

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co