MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Konflik Satwa Liar di Aceh Terus Meningkat

Masa Kini by Masa Kini
25 Januari 2020
in Headline, News
0

Hadi Sofyan (kanan), menjelaskan konflik satwa di Aceh.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyebutkan angka konflik satwa liar dengan manusia terus meningkat dari tahun ke tahun di Aceh.

“Konflik dengan satwa sering terjadi di wilayah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya paling tinggi konflik satwa gajah,” kata Seksi wilayah II BKSDA Aceh, Hadi Sofyan, Jumat (24/1).

RelatedPosts

Terdakwa Penistaan Agama di TikTok Divonis 2 Tahun Penjara

Golkar Aceh Perkuat Kapasitas Legislator Lewat Bimtek untuk Hadapi Pertarungan Politik 2029

Satpol PP WH Gelar Aksi Bersih Makam Syiah Kuala dan Gelar Donor Darah

Data BKSDA menunjukkan kasus konflik dengan gajah tertinggi tahun 2017 mencapai 103 kasus, penurunan terjadi tahun 2018 menjadi 73 kasus.

Namun, pada tahun 2019 kasus konflik dengan gajah kembali meningkat sebanyak 90 kasus. Kenaikan juga terjadi terhadap kasus konflik dengan harimau.

Data menunjukkan pada tahun 2018 terjadi sebanyak sembilan kasus dan ditahun 2019 meningkat sebanyak dua kali lipat menjadi 18 kasus konflik.

Data juga menunjukan kenaikan jumlah konflik dengan orangutan pada tahun 2018 ada 23 kasus dan tahun 2019 sebanyak 42 kasus.

Menurut Hadi, konflik tersebut terjadi dikarenakan beberapa sebab seperti satwa yang keluar dari habitatnya, serta pembukaan lahan baru yang terus dilakukan secara masif.

“Ada juga beberapa kasus yang habitatnya berada di kawasan hutan tetapi di luar SM (Suaka Margasatwa) Rawa Singkil. Biasanya ada yang terisolir dengan perkebunan sawit makanya terjadi konflik,” katanya.

Mencegah terjadinya konflik satwa, BKSDA Aceh membangun Conservation Respon Unit (CRU), memasang GPS collar pada gajah, menanam komoditi pangan yang tidak disukai satwa, serta membuat barier penghalau gajah masuk ke pemukiman.

Contracting Officer Representative USAID Indonesia, Amin Budiarjo menegaskan dalam sepuluh tahun terakhir peningkatan konflik terjadi signifikan dan merugikan masyarakat baik itu nyawa maupun ternak dan hasil panen.

“Sehingga ini menjadi masalah yang serius kalau tidak diantisipasi,” katanya.

Menurutnya, Konflik tersebut terjadi akibat terjadinya tabrakan antara jalur satwa dengan kegiatan ekonomi seperti perkebunan, perumahan ataupun kegiatan industri lainnya.

“Intinya sih, hewan ada lebih dulu jadi alam ini rumah hewan duluan, kumpulan gajah itu terus bergerak begitu juga harimau tapi di sisi lain kegiatan pembangunan, kegiatan ekonomi yang terus diekspansi seperti peningkatan jumlah penduduk, pertambahan lahan perkebunan,” kata Amin.

Ia menyebutkan, masalahnya ini tidak cukup menjadi perhatian pemerintah daerah, apalagi di Aceh ini lumayan jauh antara pusat pemerintahan dengan lokasi-lokasi konflik di daerah.

“Sehingga perlu kerja bareng-bareng dengan masyarakat di desa, organisasi non-pemerintah, pemerintah daerah ataupun dengan unit-unit di bawah KLHK,” lanjutnya.

Amin menjelaskan program Masyarakat Desa Mandiri (MDM) dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam menangani konflik satwa, bisa menjadi salah satu solusi untuk menekan angka konflik dengan satwa liar.

“Intinya sih MDM bagaimana membuat masyarakat di desa untuk bisa menyiapkan antisipasi supaya satwa liat itu tidak masuk atau mengganggu kegiatan masyarakat desa,” kata Amin.[Ahlul Fikar]

Tags: BKSDA AcehKonflik Satwa Liar
Previous Post

Hendak Jual Orangutan, Warga Gayo Lues Ditangkap Gakkum KLHK

Next Post

Warga Aceh di Wuhan Bebas dari Virus Corona

Related Posts

Pengangkut Satwa Dilindungi Divonis 3 Tahun Penjara

by Riska Zulfira
22 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Agussalim, terdakwa kasus pengangkutan satwa liar dilindungi yang berhasil...

Orangutan Sumatra Terisolasi di Kebun Warga Aceh Tamiang Ditranslokasi ke Habitat Alami

by Riska Zulfira
21 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mentranslokasi seekor Orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang ditemukan terisolasi di area...

Populasi Orang Utan Sumatra Terancam, Habitat Alami Kian Menyempit

Populasi Orang Utan Sumatra Terancam, Habitat Alami Kian Menyempit

by Redaksi
24 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengungkapkan bahwa populasi orang utan sumatra (Pongo abelii) di provinsi ini...

Next Post
Pemerintah Aceh Targetkan Investasi 42 Triliun dari Uni Emirat Arab

Warga Aceh di Wuhan Bebas dari Virus Corona

Meluapkan Gembira, Lewat Menjaga Tradisi Raja

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co