MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, November 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Kesulitan Bahan Baku, Sebagian Pengrajin Gerabah Berhenti Produksi

Masa Kini by Masa Kini
2 Juni 2020
in Daerah, News
0

Ilustrasi: Gerabah hasil produksi warga Ateuk Jawo, Banda Aceh.[Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Sejumlah pengrajin gerabah di Desa Atuek Jawo, Kota Banda Aceh mengaku kesulitan memperolah bahan baku berupa tanah liat untuk membuat gerabah.

Seorang diantaranya Nur Aini (60), ia mengaku sudah tiga bulan lebih tidak produksi gerabah akibat kesulitan memperoleh bahan baku.

RelatedPosts

Pangdam IM Periksa Senjata Terkait Dugaan Penembakan Warga di Tiro

Mahasiswa Geruduk DPRK Pidie, Desak Dandim dan Danrem Dicopot

Penyebab Kematian Korban Insiden Tiro Masih Didalami, Komnas HAM Dijadwalkan ke Aceh

Biasanya, ia mengambil tanah liat di sawah milik warga tidak jauh dari kediamannya di Desa Ateuk Jawo.

Namun kini sawah yang menjadi sumber bahan baku pembuatan gerabahnya digenani air nyaris setinggi pinggangnya, sehingga tanah liatnya tidak bisa diambil.

“Susah nyari tanah liatnya karena banjir,” katanya, Selasa (2/6).

Hal tersebut membuat Nur Aini terpaksa menolak beberapa pesanan dari pelanggannya.

Menurut Nur Aini, jumlah lahan kosong tempat mereka mengambil bahan baku semakin hari terus menyusut dikarenakan bangunan perumahan dan lainnya.

Ia menyebutnya, hasil gerabah yang ia buat biasanya dipesan untuk digunakan pada acara pesta pernikahan. Sedangkan pembeli biasa datang langsung menjajal hasil kerajinannya ini.

Hal serupa juga ikut dirasakan Nuraida. Biasanya Nuraida mengambil tanah liat daerah Pekan Biluy, namun tempat tersebut juga ikut di genani air. Saat ini ia hanya membuat dari sisat tanah liat yang tersisa saat bulan puasa lalu.

“(Tanah liat) ini sisa punya bulan puasa, sekarang gak bisa ambil di tempat biasa, karena digenangi air,” sebutnya.

Dalam kondisi stabil, Nuraida mengaku ozmetnya bisa mencapai 1 jutaan perbulan.

“Bisalah untuk membantu suami kalau lagi tidak ada kerja,” ungkapnya.[Ahlul Fikar]

Tags: Ateuk JawoBanda AcehKesulitan Bahan BakuPengrajin Gerabah
Previous Post

Haji 2020 Ditiadakan

Next Post

Liga 1 Lanjut Sebagai Kampanye Kesiapan Tuan Rumah Pildun U-20

Related Posts

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh hingga Besok

by Alya Ulfa
29 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sejumlah wilayah di Aceh berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada 28–30 Oktober...

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Tujuh Lapak PKL di Jalan Pante Kulu

by Redaksi
26 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh menertibkan tujuh lapak pedagang kaki lima...

Semalam Bersama Kanye West

by Redaksi
25 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Histeria pecah ketika sosok Kanye West muncul dari balik bola raksasa yang berdiri megah di tengah lautan penonton....

Next Post

Liga 1 Lanjut Sebagai Kampanye Kesiapan Tuan Rumah Pildun U-20

Jalan dan Jembatan Lintas Aceh Timur-Gayo Lues Putus Akibat Longsor

Discussion about this post

CERITA

Sabetan Pejabat dan Kusir Delman: Belajar dari Driver Ojol

6 November 2026

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co