MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, November 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Tim Konsorsium Serahkan Barrier Gajah ke Pemerintah Aceh

Masa Kini by Masa Kini
29 Juli 2020
in Daerah, News
0
Tim Konsorsium Serahkan Barrier Gajah ke Pemerintah Aceh

Barrier terpasang di kawasan Aceh Jaya. [Dok CRU Aceh]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim konsorsium pelaksana program pelestarian gajah Sumatera di Aceh menyerahkan barrier atau pembatas berupa pagar listrik yang telah dibangun kepada Pemerintah Aceh.

Barrier tersebut dibangun melalui pengelolaan kolaboratif kawasan perlindungan habitat Gajah di Aceh Jaya, yang digawangi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Kesatuan pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah 1 Aceh, dan Lembaga Conservation Response Unit (CRU) Aceh.

RelatedPosts

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851,9 Juta

Massa Aksi Desak Bencana Ekologis Aceh-Sumatra dan Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional

HUT ke-15, NasDem Aceh Sasar Kebutuhan Masyarakat Lewat Aksi Sosial

Penyerahan barrier tersebut diwakili oleh Direktur CRU Aceh, Wahdi Azmi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh, Sahrial. Turut hadir Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto dan kepala KPH wilayah 1, Inayat Syah Putra, di Kantor DLHK, Banda Aceh, Selasa (28/07).

Penandatanganan penyerahan barrier diwakilkan oleh Wahdi Azmi (Direktur CRU Aceh) kepada Kepala DLHK Aceh, Sahrial, didampingi kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, dan Kepala KPH wilayah 1, Inayat Syah Putra, Selasa (28/07/2020), di Kantor DLHK, Banda Aceh. [Dok CRU Aceh]
“Barrier buatan sebagai pembatas pergerakan gajah liar ini dibuat atas dukungan pendanaan dari TFCA Sumatera, yang bertujuan mengatasi dan mengurangi konflik gajah liar di Aceh Jaya,” ujar Wahdi.

Kata dia, program kolaboratif pengelolaan habitat gajah ini telah dilakukan selama tiga tahun, dengan melakukan beberapa kegiatan di tingkat tapak, salah satunya adalah pembangunan barrier buatan sebagai penghalau gajah liar di kawasan Aceh Jaya.

 “Dengan adanya barrier ini telah berdampak baik dalam mengantisipasi konflik gajah, dan manusia di beberapa lokasi yang sebelumnya memiliki intensitas konflik yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis DLHK Aceh, Sahrial menyampaikan apresiasi atas program kolaboratif pelestarian habitat gajah ini, dan berharap program tersebut dapat direplikasi pada habitat gajah di wilayah KPH lainya di Aceh. 

Menurutnya, program yang telah dijalani tersebut dapat dipandang sebagai cikal bakal pengelolaan kawasan ekosistem esensial yang sedang digagas di beberapa tempat di Aceh. 

“Saya berharap, barrier yang telah dibangun ini menjadi salah satu solusi dalam penangulangan konflik masyarakat dengan gajah yang selama ini terjadi, dan pada akhirnya masyarakatlah yang harus mendapat manfaat dari hasil upaya konservasi yang dilakukan, melalui berbagai upaya pengembangan mata pencaharian termasuk ekowisata,” ujarnya. []

Tags: acehaceh jayabarrierGajah Sumatera
Previous Post

Jelang Idul Adha, Harga Daging Meugang di Pasar Induk Lambaro Stabil

Next Post

MPU Aceh Terbitkan Sembilan Poin Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Idul Adha, Ini Isinya

Related Posts

Sekda Minta Jadwal PORA XV Aceh Jaya Segera Ditetapkan

by Redaksi
8 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mendorong kepastian jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Kabupaten Aceh Jaya segera ditetapkan. Langkah...

BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses Pembiayaan Rumah hingga Rp500 Juta bagi Pekerja di Aceh

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aceh kini dapat memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan untuk memperoleh fasilitas...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Next Post
Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi

MPU Aceh Terbitkan Sembilan Poin Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Idul Adha, Ini Isinya

Terlibat Prostitusi, Polisi: Artis FTV yang Ditangkap Pasang Tarif Rp30 Juta

Terlibat Prostitusi, Polisi: Artis FTV yang Ditangkap Pasang Tarif Rp30 Juta

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...