MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Tim Konsorsium Serahkan Barrier Gajah ke Pemerintah Aceh

Masa Kini by Masa Kini
29 Juli 2020
in Daerah, News
0
Tim Konsorsium Serahkan Barrier Gajah ke Pemerintah Aceh

Barrier terpasang di kawasan Aceh Jaya. [Dok CRU Aceh]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim konsorsium pelaksana program pelestarian gajah Sumatera di Aceh menyerahkan barrier atau pembatas berupa pagar listrik yang telah dibangun kepada Pemerintah Aceh.

Barrier tersebut dibangun melalui pengelolaan kolaboratif kawasan perlindungan habitat Gajah di Aceh Jaya, yang digawangi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Kesatuan pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah 1 Aceh, dan Lembaga Conservation Response Unit (CRU) Aceh.

RelatedPosts

Banjir Luapan Rendam Tiga Gampong di Aceh Barat Daya

Banda Aceh Sabet National Governance Award 2026, Unggul di Akses Layanan Kesehatan

Rencong Resmi Diakui sebagai KIK, Aceh Besar Amankan Warisan dari Klaim Pihak Lain

Penyerahan barrier tersebut diwakili oleh Direktur CRU Aceh, Wahdi Azmi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh, Sahrial. Turut hadir Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto dan kepala KPH wilayah 1, Inayat Syah Putra, di Kantor DLHK, Banda Aceh, Selasa (28/07).

Penandatanganan penyerahan barrier diwakilkan oleh Wahdi Azmi (Direktur CRU Aceh) kepada Kepala DLHK Aceh, Sahrial, didampingi kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, dan Kepala KPH wilayah 1, Inayat Syah Putra, Selasa (28/07/2020), di Kantor DLHK, Banda Aceh. [Dok CRU Aceh]
“Barrier buatan sebagai pembatas pergerakan gajah liar ini dibuat atas dukungan pendanaan dari TFCA Sumatera, yang bertujuan mengatasi dan mengurangi konflik gajah liar di Aceh Jaya,” ujar Wahdi.

Kata dia, program kolaboratif pengelolaan habitat gajah ini telah dilakukan selama tiga tahun, dengan melakukan beberapa kegiatan di tingkat tapak, salah satunya adalah pembangunan barrier buatan sebagai penghalau gajah liar di kawasan Aceh Jaya.

 “Dengan adanya barrier ini telah berdampak baik dalam mengantisipasi konflik gajah, dan manusia di beberapa lokasi yang sebelumnya memiliki intensitas konflik yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis DLHK Aceh, Sahrial menyampaikan apresiasi atas program kolaboratif pelestarian habitat gajah ini, dan berharap program tersebut dapat direplikasi pada habitat gajah di wilayah KPH lainya di Aceh. 

Menurutnya, program yang telah dijalani tersebut dapat dipandang sebagai cikal bakal pengelolaan kawasan ekosistem esensial yang sedang digagas di beberapa tempat di Aceh. 

“Saya berharap, barrier yang telah dibangun ini menjadi salah satu solusi dalam penangulangan konflik masyarakat dengan gajah yang selama ini terjadi, dan pada akhirnya masyarakatlah yang harus mendapat manfaat dari hasil upaya konservasi yang dilakukan, melalui berbagai upaya pengembangan mata pencaharian termasuk ekowisata,” ujarnya. []

Tags: acehaceh jayabarrierGajah Sumatera
Previous Post

Jelang Idul Adha, Harga Daging Meugang di Pasar Induk Lambaro Stabil

Next Post

MPU Aceh Terbitkan Sembilan Poin Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Idul Adha, Ini Isinya

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post
Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi

MPU Aceh Terbitkan Sembilan Poin Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Idul Adha, Ini Isinya

Terlibat Prostitusi, Polisi: Artis FTV yang Ditangkap Pasang Tarif Rp30 Juta

Terlibat Prostitusi, Polisi: Artis FTV yang Ditangkap Pasang Tarif Rp30 Juta

Discussion about this post

CERITA

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...