MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Banyak Kejanggalan, Illiza Sa’aduddin Djamal Minta Kemendikbud Revisi Kamus Sejarah Indonesia

Redaksi by Redaksi
21 April 2021
in Headline, Nasional, News
0
Banyak Kejanggalan, Illiza Sa’aduddin Djamal Minta Kemendikbud Revisi Kamus Sejarah Indonesia

Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djama. Foto: Ahlul Fikar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Buku kamus Sejarah Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat perhatian khusus dari sejumlah kalangan. Pasalnya, dalam buku tersebut termaktub Abu Bakar Ba’asyir, namun nama pahlawan nasional seperti KH. Hasyim Asy’ari malah hilang.

Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal sangat menyayangkan tidak masuknya nama-nama ulama dan tokoh agama dalam buku Kamus Sejarah Indonesia.

RelatedPosts

40 Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lambaro

Jemaah Haji Asal Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Jemaah Aceh Meninggal di Tanah Suci

Harga Sawit Anjlok, Pemerintah Minta 139 PKS Segera Sesuaikan Pembelian TBS Petani

“Padahal sejarah bangsa Indonesia sejak era pra hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak terlepas dari peran besar ulama, santri dan tokoh agama,” sebutnya dalam keterangan tertulis yang diterima masakini.co, Rabu (21/4/2021).

Hal ini sudah menjadi sejarah perjungan Indonesia yang telah ada dalam buku pelajaran untuk rumpun ilmu humaniora (Permendikbud No. 124 tahun 2021 tentang Rumpun, Pohon dan Cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri).

Menurut partisi partai PPP ini, kemampuan dan pemahaman para penulis buku Kamus Sejarah Indonesia tersebut perlu dikritisi. Peneliti historiografi harusnya menuliskan hasil pemahaman dan interpretasi atas fakta-fakta sejarah dalam bentuk analisis naratif deskriptif yang menarik, logis dan dapat dipertanggunjawabkan dengan bukti-bukti konkrit yang komprehensif.

“Apabila peran ulama, santri dan tokoh agama kurang dipertegaskan dalam buku Kamus Sejarah Indonesia tersebut dapat mengakibatkan generasi bangsa kehilangan integritasnya, karena mereka tidak mengenal sejarah bangsanya. Generasi bangsa yang tidak mengenal sejarah maka dia tidak akan mengenal dirinya,” sambungnya.

Jika hal ini terjadi kata Illiza, maka penguatan pendidikan karakter generasi yang akan datang akan mengalami jalan buntu. Padahal dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter disebutkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya merupakan negara yang menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, dan budi pekerti dengan penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab.

Oleh sebab itu, ia menegaskan Kemendikbud perlu menarik kamus Sejarah Indonesia dari peredaran, lantaran buku yang dijadikan salah satu rujukan pengajaran mata pelajaran sejarah tersebut banyak kejanggalan, sehingga harus direvisi terlebih dahulu.

“kami meminta agar Kemendikbud segara melakukan revisi atau tinjau ulang buku Kamus Sejarah Indonesia tersebut. Selain untuk penyempurnaan penulisannya, revisi ini sangat penting juga untuk meminimalisir polemik dalam masyarakat akibat tidak disertakannya ulama dan tokoh agama.”[]

Tags: Anggota DPR RI Komisi XHj. Illiza Sa’aduddin DjamalKasmus Sejarah IndonesiaKemendikbudpendidikanSejarah
Previous Post

Bahas Pilkada Aceh, Ketua DPRA Koordinasi dengan Kemenkopolhukam

Next Post

Nasib Penjaja Peci di Pasar Aceh Kala Pandemi

Related Posts

30 Komunitas di Banda Aceh Rumuskan Rekomendasi Kebijakan, Soroti 4 Isu Utama Kota

by Aininadhirah
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Sekitar 30 komunitas dan lembaga di Banda Aceh menyampaikan aspirasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) “Suara Warga”...

Mendikdasmen Tinjau Persiapan TKA di SMPN 2 Peudada Bireuen

by Riska Zulfira
11 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meninjau persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di UPTD...

Pembangunan Sekolah Rakyat di Suka Makmue Dimulai

by Ulfah
13 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Suka Makmue, Senin (12/1/2026). Kegiatan...

Next Post
Nasib Penjaja Peci di Pasar Aceh Kala Pandemi

Nasib Penjaja Peci di Pasar Aceh Kala Pandemi

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 80 Kilogram Sabu-sabu di Selat Malaka

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 80 Kilogram Sabu-sabu di Selat Malaka

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co