MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, November 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

AJI Banda Aceh Kecam Tindakan Oknum Polisi Rusak Handphone Jurnalis

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
7 September 2022
in News
0
AJI Banda Aceh Kecam Tindakan Oknum Polisi Rusak Handphone Jurnalis

Alat kerja (handphone) jurnalis Harian Serambi Indonesia, dirusak polisi saat liput demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPRA. (foto: dok Hendri)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menyesalkan aksi pengrusakan alat kerja (handphone) jurnalis yang diduga dilakukan polisi berpakaian preman saat meliput aksi demo penolakan kenaikan harga BBM oleh mahasiswa UIN Ar-Raniry di depan Gedung DPRA, Selasa (7/9/2022). Korban dalam peristiwa tersebut adalah Indra Wijaya, jurnalis Harian Serambi Indonesia.

Ketua Bidang Advokasi AJI Banda Aceh, Rahmat Fajri, mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis baik merampas maupun merusak alat kerja tersebut.

RelatedPosts

Koro Pedang Dikembangkan Jadi Alternatif Kedelai untuk Bahan Baku Tempe

Tertimbun Longsor Saat Pulang dari Kebun, Anak 12 Tahun Tewas

Penolakan Penurunan Bendera Bintang Bulan Berujung Bentrokan di Pidie, Satu Warga Tewas

“Pengrusakan alat kerja jurnalis adalah bagian upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU no.40 tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 18 ayat 1,” ujarnya.

Dia mengimbau semua pihak untuk memahami dan menghargai kerja jurnalistik yang merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi.

“Bila jurnalis dihalang-halangi, hal itu berarti menghalangi pula hak masyarakat untuk mendapatkan informasi,” tegasnya.

Rahmat Fajri mendesak Kapolda Aceh dan jajarannya untuk menindak tegas anggota polisi yang telah merusak alat kerja jurnalis saat melaksanakan tugas jurnalistik di gedung DPRA tersebut.

Kronologi

Sekitar Pukul 13.00 WIB, Indra Wijaya (korban), wartawan Harian Serambi Indonesia datang untuk meliput demo penolakan kenaikan harga BBM oleh mahasiswa di depan Gedung DPRA, jalan Daud Beureueh, Banda Aceh.

Saat itu massa aksi sudah berdiri di jalan depan kantor DPR Aceh. Lalu, Indra Wijaya dengan memakai handphone mengambil video suasana massa yang sudah berkumpul.

Papan bunga dibakar mahasiswa UIN Ar-Raniry yang menggelar demo tolak kenaikan harga BBM di DPRA. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Sekitar pukul 13.30 WIB massa bergerak menuju pintu gerbang pintu masuk Gedung DPRA. Saat hendak masuk, massa dihadang oleh polisi karena hanya diberi ruang kepada 10 mahasiswa untuk audensi dengan pihak DPRA mewakili dari pengunjuk rasa.

“Massa tidak terima, sehingga mencoba mendobrak pintu pagar gedung DPRA agar bisa masuk ke dalam,” ujar Fajri.

Melihat aksi mulai memanas, Indra Wijaya berinisiatif melakukan live via facebook untuk redaksi Serambi Indonesia, suasana saat itu mulai ricuh.

Beberapa menit baru memulai live atau sekitar menit ke-8 lebih 50 detik, saat arah kamera mengarah kepada beberapa massa yang diamankan polisi, tiba-tiba seorang oknum polisi berpakaian preman memukul handphone di tangan Indra Wijaya hingga jatuh ke aspal dan mengalami pecah di bagian layar rusak.

Indra mengambil Handphone-nya yang sudah tergeletak di aspal dan menyelamatkan diri dengan berpindah lokasi ke depan halte dekat Kantor Bulog yang bersebelahan dengan Gedung DPRA.

“Saat itu, Indra melihat handphonenya sudah rusak, tombol dan keyboard tidak sempurna lagi,” beber Fajri.

Tags: AJI Banda AcehbbmDemoHandphonejurnalismahasiswaTolak Kenaikan BBMUIN AR RANIRY
Previous Post

Forbes Aceh Serahkan Naskah Permohonan Perubahan UUPA

Next Post

Ramadhan Buka Keran Gol Bersama PSCS, Persembahkan untuk Ibu

Related Posts

UIN Ar-Raniry Gali Jejak Sejarah Aceh-Bugis yang Belum Banyak Terungkap

by Redaksi
28 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Jejak hubungan Aceh dan Bugis dalam sejarah Nusantara kembali ditelusuri melalui kajian tentang Daeng Mansur. Senin (27/10/2026) lalu,...

Mualem Ajak Mahasiswa Kritis dan Terlibat dalam Pembangunan Aceh

by Ahmad Mufti
20 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak mahasiswa untuk terus berpikir kritis, berani menyampaikan kebenaran, dan menawarkan solusi atas persoalan...

Mahasiswa MHU UIN Ar-Raniry Didorong Garap Peluang Bisnis Haji dan Umrah

by Ahmad Mufti
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) UIN Ar-Raniry Banda Aceh didorong tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan...

Next Post
Ramadhan Buka Keran Gol Bersama PSCS, Persembahkan untuk Ibu

Ramadhan Buka Keran Gol Bersama PSCS, Persembahkan untuk Ibu

Wasit Kontroversi Asal Aceh, Rosy Disanksi PSSI Pembinaan Delapan Pekan

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...