MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Mencegah Risiko Stunting di Aceh dengan 5 Pilar STBM

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
6 November 2022
in Daerah
0
Mencegah Risiko Stunting di Aceh dengan 5 Pilar STBM

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi. (foto: masakini.co/Alul)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah lewat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2014 telah menyusun strategi nasional agar masyarakat terbiasa hidup bersih. Pola itu disebut Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Lewat STBM ini, pemerintah menaruh lima pilar khusus untuk mengubah perilaku masyarakat agar hidup bersih dan sehat. Di antaranya tidak buang air besar sembarangan; cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir; pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga; pengelolaan sampah rumah tangga; dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

RelatedPosts

Pendidikan Karakter Jadi Fondasi Anak, Orang Tua Diminta Perkuat Pendampingan di Rumah

Kejar Adipura 2027, Pemkab Aceh Tenggara Gencarkan Edukasi Pengurangan Plastik di Sekolah dan Pasar

Bupati Aceh Besar Dorong Gampong Optimalkan Aset untuk Tingkatkan Pendapatan

Di Indonesia, perilaku warga yang membuang tinja sembarangan masih saja terjadi, tak terkecuali di Provinsi Aceh. Tindakan ini memicu lingkungan tempat tinggal dipenuhi lalat yang membawa ragam penyakit.

“Lalat-lalat itu hinggap di makanan yang kemudian kita makan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi, Minggu (6/11).

Menurut Sulasmi, makanan yang dihinggapi lalat besar kemungkinannya membawa serta penyakit, semisal diare.

Dia menuturkan, kondisi lingkungan dari tempat tinggal yang sehat akan berbanding lurus dengan tingkat kesehatan warganya. Oleh sebab itu, tutur Sulasmi, STBM perlu diterapkan sebagai bentuk pendekatan partisipatif yang mendorong warga berpikir dalam mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka di sembarang tempat.

Secara garis besar tujuan dari STBM, tutur Sulasmi, adalah untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, memberdayakan hidup bersih dan sehat, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar.

“Sebab lingkungan merupakan tempat hidup dan tempat manusia melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga lingkungan dan kesehatan bagi manusia memiliki kaitan yang sangat erat,” ujarnya.

Sulasmi berharap, masyarakat Aceh kian sadar bahwa menjaga lingkungan tempat tinggal agar bersih dan sehat bukan demi kebaikan diri semata, tapi juga berimplikasi kepada semua pihak yang menetap di sana.

Terlebih provinsi di ujung barat Indonesia ini, sedang menyatakan ‘perang’ terhadap stunting yang punya korelasi erat jika masyarakat sadar menerapkan 5 pilar STBM itu.

Namun jika tidak, ungkap Sulasmi, stunting tetap akan jadi ancaman utama terhadap kualitas manusia di Aceh, yang berpengaruh besar terhadap daya saing generasi di kemudian hari.

Tags: Dinkes AcehSanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)Stunting
Previous Post

Legend Sigupai Gilas Aceh Besar Selection 7-1

Next Post

BRI Kembali Buka Program Management Trainee

Related Posts

Presiden Yakin MBG Akan Berhasil dan Gerakkan Ekonomi Desa

by Ahlul Fikar
4 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berhasil dan memberikan dampak besar, tidak...

Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, Fokus Cegah Stunting

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, turun langsung meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas...

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

by Redaksi
15 April 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan kasus campak di Aceh disebabkan rendahnya cakupan imunisasi pada anak. Tahun 2026, kasus campak...

Next Post
BRI Kembali Buka Program Management Trainee

BRI Kembali Buka Program Management Trainee

UMKM Expo Resmi Ditutup, Transaksi Produk Capai Rp10 M

UMKM Expo Resmi Ditutup, Transaksi Produk Capai Rp10 M

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co