MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Emak-emak Protes, Saat Meugang Harga Bahan Pokok Terus Naik

Riska Zulfira by Riska Zulfira
11 Maret 2024
in News
0

Cabai merah di Pasar Lambaro, Aceh Besar.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah bahan pokok dan pangan di pasar tradisional mengalami lonjakan harga. Kenaikan harga ini membuat para ibu-ibu mengeluh, apalagi lonjakan harga ini berbarengan dengan momen meugang dan bulan Ramadan.

Rahmaniah (35) seorang ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar mengeluhkan harga bahan pokok dan sayuran yang menurutnya sudah meroket.

RelatedPosts

Angin Kencang Rusak Lima Rumah Dinas Polisi di Aspol Lamteumen, Kapolda Aceh Tinjau Langsung

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

“Sekarang makin hari makin naik,” kata Rahma kepada masakini.co, Senin (11/3/2024).

Ia mengaku terpaksa mengirit pembeliannya agar mencukupi semua kebutuhan dapur di tengah harga bahan pokok sedang melangit.

“Kalau biasa beli sekilo sekarang beli setengah kilo dulu, nanti kalau ada rezeki beli lagi,” ucapnya.

Keluhan serupa juga diungkapkan Nurlina (40), ia mengaku berat dengan kenaikan harga bahan pokok saat ini. Pasalnya saat tradisi meugang, kebiasaan membeli daging dengan harga yang tinggi merupakan hal biasa bagi masyarakat.

“Akan tetapi kalau semua naik mulai dari beras, minyak, cabai, bawang, kentang itu lumayan menguras juga untuk masyarakat, kasian kita,” ucapnya.

Sidak di Pasar Induk Lambaro. | Pemkab Aceh Besar

Nurlina mengatakan baru saja membeli kentang dengan harga Rp18 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, kata dia kentang dibeli hanya seharga Rp12 ribu.

Kemudian beras yang dibeli dengan harga Rp215 ribu, minyak goreng Rp17 ribu per kilogram dan cabai merah Rp18 ribu per kilogram dan bawang merah Rp35 ribu.

“Cabai sih paling berasa naik, hari ini kita beli segini, bisa jadi besoknya sudah melonjak harga, karena sering berubah-ubah,” ungkapnya.

Kemudian, Nurjannah (59) juga mengeluh atas kenaikan bahan pokok dan pangan tersebut. Bahkan ini menyiasati kenaikan harga-harga tersebut untuk membeli sesuai kebutuhan.

“Kita prihatin atas kondisi seperti ini, harapannya masyarakat jangan dipersusah,” tuturnya.

Misalnya, kata dia, tomat yang biasa dibeli dengan harga murah, tapi sejak jelang meugang dan Ramadan ini naik menjadi Rp18 ribu per kilo.

“Tomat sudah biasa kita beli murah, sekali kita beli mahal kan terkejut,” tambah Nurjannah.

Sementara itu, pantauan masakini.co, di Pasar Induk Lambaro, harga gula pasir dijual Rp18 ribu per kilo. Sementara bawang putih dijual Rp38 ribu.

“Kalau cabai hijau kita jual Rp40 ribu, naik dari Rp35 ribu,” kata Irfan, pedagang cabai.

Meski hampir seluruh bahan pokok dan pangan naik, Irfan mengaku saat hari meugang ini daya beli masyarakat sangat tinggi. “Karena sudah jadi kebutuhan, tetap beli walaupun tidak dalam jumlah banyak,” tutupnya.

Tags: Aceh BesarBanda AcehBerasHarga MahalKebutuhan PokokRamadan 1445 HTradisi Meugang
Previous Post

Seharian Berpuasa, Kapan Waktu Tepat Berolahraga?

Next Post

Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Bagikan Bantuan Sembako di Bali

Related Posts

4 Pelajar Tenggelam di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas dan Tiga Masih Dalam Pencarian 

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Ujong Batee,...

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

by Aininadhirah
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melakukan penertiban dan pembongkaran kios serta bangunan yang berdiri di kawasan Jalan Kopelma...

Hari Anak Nasional, Hutan Kota Banda Aceh Disulap Jadi Ruang Belajar Alam

by Riska Zulfira
19 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Hutan Kota Tibang disulap menjadi ruang belajar alam bagi ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai...

Next Post
Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Bagikan Bantuan Sembako di Bali

Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Bagikan Bantuan Sembako di Bali

Sambut Ramadan, BKM Iskandar Muda Bersama Warga Bersihkan Masjid

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...