MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Emak-emak Protes, Saat Meugang Harga Bahan Pokok Terus Naik

Riska Zulfira by Riska Zulfira
11 Maret 2024
in News
0

Cabai merah di Pasar Lambaro, Aceh Besar.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah bahan pokok dan pangan di pasar tradisional mengalami lonjakan harga. Kenaikan harga ini membuat para ibu-ibu mengeluh, apalagi lonjakan harga ini berbarengan dengan momen meugang dan bulan Ramadan.

Rahmaniah (35) seorang ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar mengeluhkan harga bahan pokok dan sayuran yang menurutnya sudah meroket.

RelatedPosts

Satpol PP-WH Banda Aceh Tegaskan Pengawasan Syariat Dilakukan Secara Berkelanjutan

Gedung BAA Disiapkan Jadi Pusat Inovasi Digital Banda Aceh

Tak Sekadar Doa, Ziarah Makam Ulama Didorong Jadi Media Dakwah Ekologi

“Sekarang makin hari makin naik,” kata Rahma kepada masakini.co, Senin (11/3/2024).

Ia mengaku terpaksa mengirit pembeliannya agar mencukupi semua kebutuhan dapur di tengah harga bahan pokok sedang melangit.

“Kalau biasa beli sekilo sekarang beli setengah kilo dulu, nanti kalau ada rezeki beli lagi,” ucapnya.

Keluhan serupa juga diungkapkan Nurlina (40), ia mengaku berat dengan kenaikan harga bahan pokok saat ini. Pasalnya saat tradisi meugang, kebiasaan membeli daging dengan harga yang tinggi merupakan hal biasa bagi masyarakat.

“Akan tetapi kalau semua naik mulai dari beras, minyak, cabai, bawang, kentang itu lumayan menguras juga untuk masyarakat, kasian kita,” ucapnya.

Sidak di Pasar Induk Lambaro. | Pemkab Aceh Besar

Nurlina mengatakan baru saja membeli kentang dengan harga Rp18 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, kata dia kentang dibeli hanya seharga Rp12 ribu.

Kemudian beras yang dibeli dengan harga Rp215 ribu, minyak goreng Rp17 ribu per kilogram dan cabai merah Rp18 ribu per kilogram dan bawang merah Rp35 ribu.

“Cabai sih paling berasa naik, hari ini kita beli segini, bisa jadi besoknya sudah melonjak harga, karena sering berubah-ubah,” ungkapnya.

Kemudian, Nurjannah (59) juga mengeluh atas kenaikan bahan pokok dan pangan tersebut. Bahkan ini menyiasati kenaikan harga-harga tersebut untuk membeli sesuai kebutuhan.

“Kita prihatin atas kondisi seperti ini, harapannya masyarakat jangan dipersusah,” tuturnya.

Misalnya, kata dia, tomat yang biasa dibeli dengan harga murah, tapi sejak jelang meugang dan Ramadan ini naik menjadi Rp18 ribu per kilo.

“Tomat sudah biasa kita beli murah, sekali kita beli mahal kan terkejut,” tambah Nurjannah.

Sementara itu, pantauan masakini.co, di Pasar Induk Lambaro, harga gula pasir dijual Rp18 ribu per kilo. Sementara bawang putih dijual Rp38 ribu.

“Kalau cabai hijau kita jual Rp40 ribu, naik dari Rp35 ribu,” kata Irfan, pedagang cabai.

Meski hampir seluruh bahan pokok dan pangan naik, Irfan mengaku saat hari meugang ini daya beli masyarakat sangat tinggi. “Karena sudah jadi kebutuhan, tetap beli walaupun tidak dalam jumlah banyak,” tutupnya.

Tags: Aceh BesarBanda AcehBerasHarga MahalKebutuhan PokokRamadan 1445 HTradisi Meugang
Previous Post

Seharian Berpuasa, Kapan Waktu Tepat Berolahraga?

Next Post

Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Bagikan Bantuan Sembako di Bali

Related Posts

Jaksa Tuntut 16 Tahun 8 Bulan Penjara untuk Ayah Tiri Pelaku Pemerkosaan Anak

by Riska Zulfira
10 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut terdakwa kasus pemerkosaan terhadap anak yang juga merupakan anak...

Pendidikan Karakter Jadi Fondasi Anak, Orang Tua Diminta Perkuat Pendampingan di Rumah

by Riska Zulfira
9 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Karena itu,...

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Next Post
Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Bagikan Bantuan Sembako di Bali

Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Bagikan Bantuan Sembako di Bali

Sambut Ramadan, BKM Iskandar Muda Bersama Warga Bersihkan Masjid

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...