MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Aceh, Disbudpar Gelar Pelatihan Travel Pattern

Riska Zulfira by Riska Zulfira
8 Agustus 2024
in News
0
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Aceh, Disbudpar Gelar Pelatihan Travel Pattern

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar pelatihan penyusunan travel pattern. (foto: Disbudpar Aceh)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar pelatihan penyusunan travel pattern dengan tema “Keberagaman Paket Wisata Dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan”, 7-9 Agustus 2024, di Plum Lading Hotel, Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang diikuti 35 peserta yang berasal dari travel agent dan pokdarwis tersebut diharapkan dapat meningkatkan SDM selama pelatihan berlangsung, sehingga dapat menyusun travel pattern yang akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

RelatedPosts

Kabel PLN Dipotong Pencuri, Satu Jalur Listrik di Lambaro Sempat Padam

“Pesta Babi”: Saat Hutan Papua Dibuka, Warga Adat Kehilangan Tanah dan Ruang Hidup

Tim Riset MORA Kaji Potensi Ekonomi dari Kekayaan Budaya Rumah Reje

Kegiatan itu mengundang narasumber Azwani Awi (Ketua DPP ASPPI), Irwan Mahdi (Tourism Profesional), dan Muhammad Ihsan (Pelaku Industri Pariwisata)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, melalui Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK) Ismail, menyebutkan, Travel Pattern merupakan suatu pola perjalanan dimana wisatawan bisa datang berkunjung dari suatu destinasi ke destinasi lain yang ada di sekitar dalam satu paket wisata.

Menurutnya, konsep travel pattern tidak hanya mengembangkan destinasi yang sudah ada, namun juga mendorong adanya pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif yang baru, karena lalu lalang wisatawan dari satu titik travel pattern ke titik lain akan membuka peluang pengadaan tempat singgah.

“Aceh Sendiri beberapa kali menjadi ajang promosi wisita halal, sehingga Aceh menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi wisatawan. Oleh karena itu, kita kembali membumikan atau mengkapanyekan kembali potensi pariwisata yang ada di Aceh,” ungkapnya.

Terlebih lagi, sambung Ismail, di Aceh akan dilaksanakan PON ke-XXI yang akan mendatangkan begitu banyak wisatawan atau tamu dari luar Aceh.

Sehingga akan memberikan dampak multiplier effect terutama pada perekonomian masyarakat di Aceh.

“Mari sama-sama kita promosikan pariwisata di Aceh, bahwa Aceh itu sangat welcome dan ramah muslim, sehingga pengunjung akan merasa aman, nyaman, betah untuk berlama-lama tinggall di Aceh,” ujarnya.

“Karena jika pengunjung yang datang ramai maka restoran (rumah makan), perhotelan, pengelola destinasi akan merasakan dampaknya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tourism Profesional, Irwan Mahdi yang menjadi narasumber tersebut menyebutkan, potensi alam di Aceh bisa menciptakan beragamnya paket wisata baru, terlebih Aceh merupakan salah satu daerah yang kaya akan wisata sejarah dan religi.

Menurutnya, dalam meningkatkan keragaman paket wisata di Aceh para pelaku pariwisata harus memperhatikan beberapa poin penting; seperti menciptakan destinasi baru yang membuat pengunjung tertarik untuk datang.

Selain itu bagaimana packaging wisata yang unik, sudut pandang baru, dan yang terakhir adalah dapat melibatkan lebih banyak orang.

Dirinya berharap, setelah pelatihan ini selesai para peserta bisa menuangkan ide kreatifnya dan menyerap ilmu dengan baik sehingga mampu menghasilkan paket wisata yang bisa menarik wisatawan di luar Aceh untuk datang hingga berkali-kali.

Tags: acehDisbudpar AcehPariwisatatravel pattern
Previous Post

Jepang Diguncang Gempa 6,9 Richter Disusul Tsunami 1 Meter

Next Post

Menteri LHK Klaim 95 Persen Hutan Gambut Rawa Singkil Tetap Utuh

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Next Post
Kian Terancam, Pemulihan Suaka Margasatwa Rawa Singkil Mendesak

Menteri LHK Klaim 95 Persen Hutan Gambut Rawa Singkil Tetap Utuh

PKB Usung Dua Kader Ikut Pilkada Aceh, Siapa Mereka?

Hanya Enam Paslon Bupati Maju Jalur Independen di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co