MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

Kopi Aceh dari Hulu ke Hilir

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
12 November 2024
in Foto
0
Kopi Aceh dari Hulu ke Hilir

Biji kopi Gayo Arabica yang siap panen di Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Kamis (10/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kopi Aceh menjadi komoditas unggulan dari ujung barat Indonesia, yang mendunia. Sejarahnya terbentang panjang.

Sejumlah petani membersihkan tanaman kopi di Damaran Baru, Bener Meriah, Rabu (15/07/2020). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Takengon, Kabupaten Aceh Tengah masih menjadi titik sentral penghasil kopi terbaik. Dikenal dengan Kopi Gayo.

RelatedPosts

Pantai Drini, Ruang Wisata di Pesisir Gunungkidul

Di Antara Barak dan Doa

The Land from Above

Sara Morrocchi, Founder Vuna Coffee School mencium aroma kopi yang baru selesai di cuci, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (10/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Warga di daerah berjuluk Negeri di Atas Awan, mengantungkan hidup dari setiap biji kopi.

Rifqan petani kopi asal Takengon, Aceh Tengah, menjemur kopi di lahan terbuka, Kamis (10/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Proses panjang, dari menentukan bibit, menanam, panen, jual beli, hingga mejadi suguhan ‘air hitam’ dengan cita rasa khas di setiap lidah penikmat, telah menjadi mata rantai yang saling menghidupi.

Proses penyortiran biji kopi yang sudah dijemur di Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (10/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Kopi Gayo jenis arabika yang terkenal dengan aroma dan rasa yang khas. Tidak terlalu pahit, dan memiliki keasaman rendah.

Sejumlah pekerja menyortir biji kopi yang sudah dijemur di Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (10/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Mengapa Kopi Gayo begitu sepesial? Karena tumbuh subur di ketinggian sekitar 1000 mdpl, biji kopi matang lebih lambat, menghasilkan cita rasa yang lebih kaya.

Danurfan, pemilik usaha Leuser Coffee menyangrai kopi di warung miliknya, Banda Aceh, Sabtu (12/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Proses pengolahan yang teliti dan tradisional juga menjadi alasan kenapa Kopi Gayo selalu terjaga kualitasnya.

Sara Morrocchi, Founder Vuna Coffee School mencicipi kopi atau cupping di Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (10/10/2024). Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Cupping ataupun mencicipi kopi juga tak luput dilakukan untuk menjaga konsistensi dan mengetahui karakter dari setiap kelompok biji kopi.

Kopi Arabika Gayo dipadukan dengan sirup Kalamansi di Leuser Coffee, Banda Aceh. Foto: Ahmad Mufti | masakini.co

Hal ini sangat membantu setiap pemilik warung kopi untuk menyajikan kopi yang paling sesuai dengan selera pengunjung.

Previous Post

Bertemu Illiza-Afdhal, Seniman Banda Aceh Curhat Sepinya Piasan Seni

Next Post

16 Tim Ikut Piala Soeratin Aceh, Kick off 21 November

Related Posts

Polisi Tangkap Pria 41 Tahun, Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Berulang Kali

by Redaksi
22 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Polresta Banda Aceh menangkap seorang pria berinisial QZ (41), warga Aceh Besar, yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak...

12.000 Anak dan Orang Tua PAUD Ramaikan Karnaval Kemerdekaan di Banda Aceh

by Aininadhirah
22 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sekitar 12.000 murid dan orang tua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Banda Aceh memadati jalanan kota dalam...

52 Armada Udara Dikerahkan Tangani Karhutla di Enam Provinsi Sumatra-Kalimantan

by Ahlul Fikar
22 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah mengerahkan 52 armada udara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di Sumatra...

Next Post

16 Tim Ikut Piala Soeratin Aceh, Kick off 21 November

Begini Awal Mula Pengancaman Sekretaris Relawan Bustami di Aceh Tamiang

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...