MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

KontraS: Pembangunan 4 Batalyon Baru Usik Perdamaian Aceh

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
7 Mei 2025
in Daerah
0

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menolak tegas rencana pemerintah membangun empat Batalyon TNI Teritorial Pembangunan (BTP) di Aceh, masing-masing di Pidie, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Menurut Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, kebijakan ini mengabaikan semangat damai yang lahir dari MoU Helsinki 2005.

RelatedPosts

60.067 Warga Aceh Besar Bakal Terima Bantuan Beras, Penyaluran Ditargetkan Tuntas September

Wali Kota Serahkan Dokumen RKUA PPAS Perubahan ke DPRK

Pemulihan Infrastruktur Pascabencana, Pemprov Aceh Usulkan Delapan Proyek Strategis ke Kementerian PU

“Ditambah lagi, penetapan tambahan batalyon ini benar-benar mengkhianati komitmen negara terhadap penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu di Aceh,” kata Azharul Husna dalam siaran pers dikutip masakini.co, Rabu (6/5/2025).

Dia menyebut MoU Helsinki secara eksplisit telah membatasi jumlah personel militer dan kepolisian organik di Aceh. Pada poin 4 dalam nota tersebut, dinyatakan bahwa, “Jumlah tentara organik yang tetap berada di Aceh setelah relokasi adalah 14.700 orang. Jumlah kekuatan polisi organik yang tetap berada di Aceh setelah relokasi adalah 9.100 orang”.

“Untuk saat ini saja, penting bagi pemerintah memonitoring apakah jumlah tersebut masih sesuai dengan kesepakatan, atau diduga malah sudah bertambah sejak lama,” tegas Husna.

KontraS menilai alasan pembangunan batalyon demi ketahanan pangan tak masuk akal. Fungsi-fungsi seperti pertanian, peternakan, hingga kesehatan seharusnya dijalankan oleh lembaga sipil, bukan militer.

“Penempatan TNI dalam urusan sipil justru berisiko memperkuat militerisasi dan melemahkan peran sipil,” ujar Husna.

Ia juga menyinggung lambannya proses keadilan transisi di Aceh, serta belum adanya pemulihan signifikan bagi ribuan korban pelanggaran HAM berat. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran pasukan tambahan justru bisa memicu kembali trauma masyarakat.

“Pemerintah seharusnya fokus pada pemenuhan hak-hak korban dan menjamin ketidakberulangan kekerasan, bukan memperluas kehadiran militer,” pungkasnya.

Tags: Azharul HusnaBatalyon TNIKontraS AcehMoU HelsinkiTNI
Previous Post

Didukung BRI, Liga Kompas U-14 2024/2025 Jadi Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Terbesar di Indonesia

Next Post

BPMA: Realisasi Produksi Migas 2025 di Aceh Capai 18.407 Barel per Hari

Related Posts

Mualem Ajak Warga Aceh Rawat Perdamaian, Bukan Sekadar Diperingati

by Redaksi
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga dan merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21...

557 Korban HAM Terima Reparasi, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Pengawasan Ketat

by Riska Zulfira
17 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari KontraS Aceh, LBH Banda Aceh, dan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Pemerintah...

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

by Riska Zulfira
13 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan menemukan sedikitnya tujuh dugaan kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di...

Next Post
BPMA: Realisasi Produksi Migas 2025 di Aceh Capai 18.407 Barel per Hari

BPMA: Realisasi Produksi Migas 2025 di Aceh Capai 18.407 Barel per Hari

Langgar Syariat, Warga Berbusana Ketat Terjaring Razia di Aceh Besar

Langgar Syariat, Warga Berbusana Ketat Terjaring Razia di Aceh Besar

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co