MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, April 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pelat BK Mendominasi di Aceh, Pengusaha Otomotif Minta Perpanjang Insentif Pajak

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Juni 2025
in Daerah
0
Pelat BK Mendominasi di Aceh, Pengusaha Otomotif Minta Perpanjang Insentif Pajak

Operasional Manager PT Dunia Barosa, Azhar | Riska Zulfira/Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Asosiasi Perusahaan Otomotif di Aceh meminta Pemerintah Aceh memperpanjang kebijakan insentif pajak kendaraan bermotor (pajak opsen) yang akan berakhir pada 30 Juni 2025.

Mereka khawatir jika tidak diperpanjang, harga mobil akan melonjak dan berdampak pada turunnya daya beli masyarakat serta potensi hilangnya pendapatan pajak ke provinsi tetangga seperti Sumatera Utara.

RelatedPosts

Musrenbang 2027: Banda Aceh Fokus SDM, Tekan Stunting, dan Layanan Dasar

Tiga Perempuan Driver Sabu di Aceh Barat Ditangkap Polisi

Satpol PP-WH Tertibkan Muda-Mudi Nongkrong Hingga Dini Hari

Operasional Manager PT Dunia Barosa, Azhar mengatakan kebijakan pemotongan pajak opsen yang diberlakukan sejak awal Januari 2025 telah membantu menstabilkan harga mobil dan menahan penurunan penjualan yang cukup tajam.

“Kalau insentif ini tidak diperpanjang, maka harga mobil akan naik cukup signifikan. Daya beli masyarakat pun ikut turun dan akan berpengaruh terhadap penerimaan pajak di Aceh,” ujar Azhar kepada awak media, Rabu (25/6/2025).

Menurut data yang disampaikan Azhar, penjualan kendaraan di Aceh pada tahun 2024 mengalami penurunan sekitar 27 persen. Tahun lalu jumlah penjualan mencapai 800 unit, namun kini hanya sekitar 600 unit.

Ia menilai, insentif pajak telah memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap membeli kendaraan, meski di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Lebih lanjut, Azhar menjelaskan bahwa perbandingan harga mobil antara Aceh dan Sumatera Utara, bisa terpaut hingga belasan juta rupiah. Hal itu karena Sumatera Utara telah memperpanjang kebijakan pemotongan pajak opsen hingga Desember 2025.

“Misal jenis mobil Avanza selisihnya bisa mencapai 15 juta, sedangkan Alphard bisa selisih hingga 50 juta. Tentu masyarakat akan memilih beli dari luar Aceh kalau harganya lebih murah,” kata Azhar.

Ia juga menyebut, bila ini terjadi, bukan hanya industri otomotif Aceh yang tertekan, tetapi juga pendapatan pajak provinsi dari sektor kendaraan bermotor bisa berpindah ke daerah lain.

Sebab, jika kendaraan dibeli dari luar daerah maka pembayaran pajak pertamanya termasuk Bea Balik Nama tidak masuk ke kas Pemerintah Aceh.

“Kita sudah menyurati Gubernur Aceh untuk menyampaikan permohonan perpanjangan insentif ini hingga Desember 2025,” tambahnya.

Untuk itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas pasar dan mencegah lonjakan harga yang bisa memukul daya beli masyarakat.

“Masyarakat akan kembali memilih beli kendaraan bekas atau membeli ke luar Aceh. Kita tidak ingin hal ini terjadi lagi seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” tutup Azhar.

Tags: acehmobilPajakPajak Opsen
Previous Post

Bupati Geram Banyak Pangkalan LPG 3 Kg di Aceh Besar “Nakal”

Next Post

Dari Raja ke Rakyat Biasa: Lyon Terdegradasi ke Ligue 2!

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Pemerintah Catat Realisasi Penerimaan Pajak Digital Capai Rp47,18 Triliun

Pemerintah Catat Realisasi Penerimaan Pajak Digital Capai Rp47,18 Triliun

by Ulfah
28 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Hingga 31 Januari 2026, pemerintah mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp47,18 triliun, yang berasal dari...

Next Post

Dari Raja ke Rakyat Biasa: Lyon Terdegradasi ke Ligue 2!

Perempuan Lampuuk Aceh Besar Tolak Proyek PLTB

Perempuan Lampuuk Aceh Besar Tolak Proyek PLTB

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co