MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pola Asuh dan Gizi Ibu Hamil Jadi Penyebab Dominan Stunting di Darul Imarah

Riska Zulfira by Riska Zulfira
24 Juli 2025
in Daerah
0
Pola Asuh dan Gizi Ibu Hamil Jadi Penyebab Dominan Stunting di Darul Imarah

Pemeriksaan dan pengukuran anak-anak di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. | Foto: dok Puskesmas Darul Imarah

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Puskesmas Darul Imarah mencatat penurunan angka stunting dari 6,5 persen pada tahun 2024 menjadi 5,9 persen hingga Juni 2025. Meski mengalami penurunan, kasus stunting masih menjadi perhatian serius, terutama karena penyebab utamanya berasal dari faktor pola asuh yang tidak tepat dan kurangnya asupan gizi pada ibu hamil.

Kepala Puskesmas Darul Imarah, Nilawati, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus stunting di wilayahnya disebabkan oleh rendahnya pemahaman orang tua terkait asupan gizi dan praktik pengasuhan yang tepat pada anak.

RelatedPosts

Bireuen Anggarkan Rp13,6 Miliar untuk Penghasilan 3.745 PPPK Paruh Waktu

Bupati Aceh Besar Minta BPK Kawal Pengelolaan Anggaran Sejak Awal

BPKK Banda Aceh Buka Layanan Pajak di CFD, Diskon Pokok Pajak hingga 75 Persen

“Dari hasil evaluasi kami, pola asuh yang kurang baik dan kurangnya gizi pada ibu hamil menjadi faktor paling dominan di balik kasus stunting di Darul Imarah,” ujar Nilawati, Kamis (24/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa peran edukasi kepada orang tua sangat krusial. Pemahaman yang benar mengenai pola makan, pemberian ASI eksklusif, hingga pentingnya sanitasi akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, puskesmas terus memperkuat edukasi melalui kelas ibu hamil, kelas balita, dan penyuluhan di posyandu.

“Banyak ibu hamil yang belum mengerti pentingnya konsumsi protein hewani dan nabati selama masa kehamilan. Ini kami dampingi terus, terutama bagi ibu dengan risiko lingkar lengan atas rendah,” jelasnya.

Puskesmas Darul Imarah juga aktif melakukan intervensi melalui pemberian tablet tambah darah pada remaja putri, pemantauan rutin ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil dengan gizi kurang. Semua intervensi dilakukan terintegrasi melalui posyandu.

Selain tenaga kesehatan, keterlibatan lintas sektor juga dinilai sangat penting. Kader posyandu, bidan desa, pemerintah gampong hingga pihak kecamatan berkolaborasi dalam edukasi dan pendampingan masyarakat.

“Kader adalah ujung tombak kami di lapangan. Mereka yang mendata, memantau tumbuh kembang anak, hingga melakukan kunjungan rumah bagi balita yang tidak hadir ke posyandu,” kata Nilawati.

Untuk memperkuat program penanganan stunting, Puskesmas Darul Imarah juga menerapkan sejumlah inovasi, seperti Kopi Inovasi Imunisasi, pola asuh dan tata laksana balita stunting, serta Rumah Gizi Gampong (RGG) yang telah berjalan sejak 2023.

Adapun posyandu di Darul Imarah kini telah menerapkan pendekatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup layanan untuk seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, remaja, ibu hamil, hingga lansia. Layanan mencakup imunisasi, penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, dan edukasi gizi.

Dengan pendekatan yang semakin menyeluruh dan kolaboratif, Nilawati optimistis angka stunting di Darul Imarah akan terus menurun.

“Tapi kuncinya tetap ada di rumah. Jika ibu paham cara mengasuh dan memberi makan anak dengan benar, maka kita bisa cegah stunting sejak dini,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarBalita dan ibu hamilPuskesmas Darul ImarahStunting
Previous Post

KPU Siap Gelar Pemilu Terpisah Sesuai Putusan MK

Next Post

CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

Related Posts

Cegah Stunting, Pidie Jaya Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Rawan Stunting

by Redaksi
26 September 2026
0

MASAKINI.CO – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pidie Jaya tidak hanya diarahkan pada edukasi keluarga, tetapi juga perbaikan sanitasi. Salah...

Lamteh Aceh Besar Disiapkan Jadi Sentra Pembibitan Mangrove

by Redaksi
25 September 2026
0

MASAKINI.CO – Gampong Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, diproyeksikan menjadi sentra pembibitan mangrove untuk mendukung pemulihan kawasan pesisir Aceh....

Uang Rp100 Juta Dicuri Saat Pemilik Salat di Masjid Lambaro, Pelaku Ditangkap di Aceh Timur

by Riska Zulfira
21 September 2026
0

MASAKINI.CO – Uang tunai Rp100 juta yang disimpan di bawah jok mobil raib saat pemiliknya menunaikan salat Dzuhur di Masjid...

Next Post
CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

Dugaan Korupsi Beasiswa, Mahasiswa Laporkan Ketua Yayasan dan Rektor Unigha ke Polisi

Dugaan Korupsi Beasiswa, Mahasiswa Laporkan Ketua Yayasan dan Rektor Unigha ke Polisi

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co