MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

MBG Dirancang Sebagai Penggerak Produksi dan Distribusi Pangan Nasional

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 November 2025
in Nasional
0

Dua siswa sekolah dasar memperlihatkan menu MBG yang dibagikan di sekolah. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai penggerak produksi dan distribusi pangan nasional, bukan sebagai faktor pemicu kenaikan harga komoditas.

Dikelola bersama sejumlah instansi terkait, program MBG ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025.

RelatedPosts

Anggaran Obat Gangguan Jiwa Naik Lima Kali Lipat, Kemenkes Perluas Akses Pengobatan Skizofrenia

Transformasi Digital Melaju, Indosat Ingatkan Ancaman Siber di Indonesia Kian Mengkhawatirkan

Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal hingga Maret 2026

Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), hingga Oktober 2025 tercatat lebih dari 13.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaannya, MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok dari petani dan pelaku UMKM pangan lokal hingga distribusi ke daerah-daerah terpencil.

Pendekatan ini membuat program MBG menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi di sektor pertanian dan pangan nasional.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa program MBG sama sekali bukan penyebab kenaikan harga pangan seperti yang beredar di publik.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme pengelolaan dan pengawasan agar pelaksanaan program tidak mengganggu keseimbangan pasar.

“Program MBG justru mendorong produktivitas dan memperkuat rantai pasok pangan nasional. Skala program yang besar menciptakan permintaan tetap bagi hasil panen petani dan produk UMKM pangan lokal, sehingga stabilitas harga bisa lebih terjaga,” ujarnya.

Zulhas juga menambahkan bahwa tata kelola MBG telah diatur melalui Peraturan Presiden dan Keputusan Presiden yang baru saja diselesaikan, untuk memastikan seluruh proses pengadaan, distribusi, dan pengawasan dilakukan secara transparan.

“Kami ingin pastikan tidak ada distorsi harga. Semua pengadaan dilakukan dengan melibatkan petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal. Justru dengan cara ini, MBG memperkuat produksi dalam negeri, bukan menaikkan harga,” tegasnya.

Selain memperluas akses pangan bergizi, MBG berperan penting sebagai instrumen stabilisasi pasar. Ketika harga hasil pertanian turun di tingkat petani, hasil panen dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan program MBG, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga.

Sementara dari sisi hilir, masyarakat penerima manfaat memperoleh jaminan gizi tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok.

Pemerintah memastikan seluruh rantai pelaksanaan MBG terus diawasi melalui koordinasi antarinstansi, termasuk Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Kesehatan.

Hingga September 2025, sebanyak 31 juta warga telah menerima manfaat langsung dari program ini, dan jumlahnya terus meningkat seiring dengan bertambahnya SPPG di berbagai daerah.

Dengan dukungan lintas sektor dan pengawasan terpadu, pemerintah optimistis MBG tidak hanya menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan nasional, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menciptakan fondasi ekonomi yang lebih tangguh bagi petani dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Tags: Badan Gizi Nasional (BGN)Makan Bergizi Gratis (MBG)Menteri PerdaganganMenu MBG
Previous Post

Gudang Isi Ulang Gas Oksigen Aceh Barat Meledak, Dua Orang Tewas

Next Post

Mayoritas Tenaga Kerja di Aceh Masih Bertumpu pada Sektor Informal

Related Posts

Motor Trail Listrik MBG Masuk Anggaran 2025, Realisasi Capai 21.801 Unit

by Aininadhirah
9 April 2026
0

MASAKINI.CO- Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional memastikan pengadaan motor trail listrik untuk mendukung operasional di wilayah terpencil resmi masuk dalam...

MBG Banda Aceh Kembali Normal, 95 Ribu Porsi Menu Siap Santap Mulai Didistribusikan

by Riska Zulfira
31 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Program Makanan Bergizi (MBG) di Banda Aceh kembali beroperasi penuh pasca Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. Sebanyak 36...

1.251 SPPG Disanksi, Tak Penuhi Standar Kualitas Program MBG

1.251 SPPG Disanksi, Tak Penuhi Standar Kualitas Program MBG

by Ulfah
20 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Badan Gizi Nasional (BGN) memberi sanksi kepada 1.251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi...

Next Post

Mayoritas Tenaga Kerja di Aceh Masih Bertumpu pada Sektor Informal

Kasus Pembunuhan di Aceh Barat Dilimpahkan ke Jaksa

Kasus Pembunuhan di Aceh Barat Dilimpahkan ke Jaksa

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co