MASAKINI.CO – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Timur sejak sepekan terakhir memicu banjir genangan, angin kencang, dan tanah longsor di sejumlah kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa bencana tersebut berdampak pada 4.890 kepala keluarga atau 18.211 jiwa di 13 kecamatan.
Plt Kepala BPBA, Fadmi Ridwan, menyampaikan bahwa tingginya intensitas hujan disertai angin kencang menyebabkan air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
Sejumlah kecamatan yang terdampak meliputi Simpang Ulim, Nurussalam, Madat, Pante Bidari, Julok, Darul Ihsan, Indra Makmur, Ranto Peureulak, Idi Timur, Banda Alam, Peudawa, Peureulak Barat, dan Bayeuen. Kecamatan Madat menjadi wilayah dengan cakupan terdampak terbesar, di mana puluhan gampong terendam dan ribuan jiwa ikut merasakan dampaknya.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum. Di Kecamatan Madat, air menggenangi satu masjid, satu meunasah, tiga sekolah, serta jalan dan sejumlah rumah warga.
Di Simpang Ulim, satu rumah dan satu kedai dilaporkan rusak berat akibat angin kencang. Kerusakan rumah juga terjadi di Julok, termasuk satu rumah rusak ringan dan satu rusak berat. Sementara itu, tanah longsor menyebabkan satu rumah rusak berat di Darul Ihsan dan membuat akses warga terganggu.
Sedikitnya 53 jiwa dari 14 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka tidak dapat ditempati. “Pengungsi tersebar di Kecamatan Simpang Ulim, Darul Ihsan, dan Ranto Peureulak. Kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Saat ini tim BPBD Aceh Timur bersama instansi terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan awal. Petugas juga terus memantau perkembangan situasi di sejumlah titik mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.
“Banjir di beberapa lokasi sudah mulai surut, tetapi di sejumlah gampong masih menggenangi rumah warga,” ujarnya.








Discussion about this post