MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

16 Daerah di Aceh Tergenang Banjir, Nyaris 120 Ribu Warga Terdampak

Riska Zulfira by Riska Zulfira
28 November 2025
in News
0

Kondisi banjir genangi rumah warga di Aceh. | Foto : BPBA

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir meluas di 16 kabupaten/kota di Aceh sejak 18 hingga 27 November 2025. Hingga Kamis (27/11/2025) sebanyak 33.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak, sementara 6.998 KK atau 20.759 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi lebih aman.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, serta kondisi geologi yang labil menjadi pemicu utama banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak di berbagai wilayah tersebut.

RelatedPosts

Ustadz Adi Hidayat: Bangun Setiap Malam Ramadan untuk Menggapai Lailatul Qadr

BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Lakukan Kerja Sama dengan RS Putri Bidadari

Pentingnya Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

Di Kabupaten Bener Meriah, bencana banjir bandang dan longsor menimbulkan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan hilang dan terseret arus saat banjir terjadi di Kecamatan Wih Pesam. Hujan intensitas tinggi juga menyebabkan longsor di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah pada Rabu (19/11/2025).

Banjir merendam 10 kecamatan, termasuk Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Timang Gajah, dan Wih Pesam.

Aceh Besar menjadi wilayah terdampak terbaru dengan ketinggian air 30–50 cm di 23 kecamatan. Sebanyak 36 KK telah mengungsi. Di Kabupaten Pidie, banjir merendam 2.979 KK atau 12.853 jiwa, sementara 2.081 KK atau 7.585 jiwa mengungsi karena air belum menunjukkan tanda surut.

Pidie Jaya dan Bireuen juga mengalami banjir dengan ketinggian air 30–100 cm. Sebanyak 6.039 KK atau 22.190 jiwa terdampak di Pidie Jaya, sementara Bireuen melaporkan 956 KK atau 2.272 jiwa terdampak, meski belum ada laporan pengungsian.

Kota Lhokseumawe mengalami banjir dan longsor sejak 26 November akibat hujan tanpa henti yang terjadi selama sepekan. Empat kecamatan terdampak, yakni Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Dua yang mencatat 100 KK terdampak, serta Muara Satu.

Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Timur, di mana 7.972 KK atau 29.706 jiwa terdampak, dan 920 KK atau 2.456 jiwa mengungsi. Tiga rumah dilaporkan rusak berat, satu rusak sedang, dan satu rusak ringan akibat banjir.

Banjir di Kota Langsa dipicu air kiriman dari perkebunan kelapa sawit PTPN 1. Sebanyak 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak terendam. Air masih belum surut dan banjir meluas ke sejumlah kecamatan seperti Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Timur.

Di Kabupaten Gayo Lues, banjir merendam 11 kecamatan dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sementara itu, Aceh Barat dan Subulussalam juga berada dalam kondisi darurat banjir.

Di Aceh Barat, banjir setinggi 130 cm berdampak pada 183 KK atau 265 jiwa. Subulussalam melaporkan 1.981 KK atau 9.291 jiwa terdampak.

Di Aceh Singkil, luapan Sungai Lae Cinendang menyebabkan 6.579 KK atau 25.827 jiwa terdampak. Hingga laporan terbaru, air belum surut dan ketinggian air berkisar 50–80 cm. Di Aceh Utara, banjir merusak tebing sungai dan merendam 27 kecamatan. Sebanyak 2.028 KK atau 3.690 jiwa terdampak dan 438 KK atau 1.444 jiwa mengungsi.

Aceh Selatan turut mengalami banjir sejak 22 November. Sebanyak 858 KK atau 3.106 jiwa terdampak, namun air telah mulai surut di beberapa titik.

Melihat kondisi yang meluas dan kompleks, delapan kabupaten/kota kini menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi. Plt Kalaksa BPBA, Fadmi Ridwan, menyebutkan wilayah tersebut adalah Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.

Pemerintah kabupaten/kota juga telah menerima instruksi dari Kementerian Dalam Negeri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. BPBA memastikan seluruh BPBD di Aceh telah mengaktifkan posko siaga, melakukan evakuasi warga, menyiapkan logistik darurat, dan menyediakan layanan kesehatan.

Fadmi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, tanah longsor, dan pergerakan tanah, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung. “Masyarakat segera mengungsi ke tempat aman jika air terus naik serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

BPBA terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar seluruh langkah penanganan darurat dapat berjalan lancar, termasuk percepatan pendataan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Tags: BanjirBanjir AcehBanjir BandangBPBAHujan LebatLongsor
Previous Post

Banjir Rusak 12 Tower Transmisi, PLN Optimalkan Pasokan dari Nagan Raya

Next Post

Putus Akses Distribusi, Harga Cabai di Aceh Besar Tembus Rp250 Ribu per Kg

Related Posts

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

Nagan Raya dan Subulussalam Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

by Aininadhirah
6 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca...

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

by Ulfah
16 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring munculnya potensi peningkatan curah hujan yang...

BMKG Prediksi Hujan dan Angin Kencang di Aceh Tiga Hari Kedepan

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Aceh Hingga 20 Februari

by Riska Zulfira
13 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, mengingatkan masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana...

Next Post

Putus Akses Distribusi, Harga Cabai di Aceh Besar Tembus Rp250 Ribu per Kg

Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co