MASAKINI.CO – PLN Unit Induk Distribusi (IUD) Aceh melaporkan telah terjadi kerusakan terhadap 12 tower transmisi 150 kV terdampak. Saat ini PLN terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan setelah banjir bandang dan angin kencang merusak jaringan transmisi di Kabupaten Bireuen dan Aceh Timur.
General Manager PLN UID Aceh, Deddi Saputra, menyebutkan 9 tower roboh dan 3 tower lainnya mengalami kerusakan struktur.
Kerusakan ini berdampak signifikan terhadap keandalan pasokan listrik yang selama ini menyuplai wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil.
“Gangguan ini cukup besar karena jaringan transmisi tersebut merupakan jalur utama penopang listrik untuk wilayah tengah dan pesisir timur Aceh,” katanya, Jumat (28/11/2025).
Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan ratusan personel gabungan yang datang dari berbagai provinsi, termasuk Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. PLN juga membangun lima tower emergency sebagai solusi darurat agar aliran listrik bisa kembali stabil.
Selain personel, PLN turut mengoperasikan puluhan alat berat untuk membuka akses dan mempercepat pengerjaan di titik-titik tower yang rusak akibat banjir.
Material pendukung perbaikan juga telah didatangkan dari Palembang, Lampung, Jambi, Kota Baru, dan Padang.
Akses Jalan Jadi Kendala
Upaya pemulihan masih terkendala akses jalan yang terputus di sejumlah titik, terutama di kawasan aliran sungai Peusangan.
“Kami masih belum bisa menjangkau beberapa lokasi karena akses belum bisa dilalui. Namun kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar proses mobilisasi material bisa lebih cepat,” jelasnya.
PLN menyebutkan, Kodam Iskandar Muda turut membantu proses mobilisasi material, termasuk rencana penggunaan helikopter TNI AU dari Jakarta untuk mengangkut material ke lokasi yang tidak bisa ditembus kendaraan darat.
Untuk sementara, PLN berupaya mengoptimalkan pasokan dari Gardu Induk Nagan Raya dan PLTD Lueng Bata. Namun suplai listrik masih sangat terbatas karena jaringan dari Arun ke Sigli tidak dapat beroperasi akibat lima tower yang roboh.
“Kami memaksimalkan suplai dari wilayah barat meskipun masih terbatas. Sistem kita saling terhubung, sehingga satu gangguan besar berdampak luas,” ujarnya.
Saat ini, PLN telah mendirikan posko di Sigli dan mengupayakan distribusi genset ke daerah Krueng Raya sebagai sumber pasokan tambahan.
“Mudah-mudahan kelistrikan di Aceh dapat kembali andal dan stabil,” ucapnya.










Discussion about this post