MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pemadaman dan Kelangkaan Gas Berlarut, DPRK: Harus Serius

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 Desember 2025
in News
0

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRK Banda Aceh bersama PLN, Pertamina dan sejumlah instansi terkait, Senin (15/12/2025) | Foto: Humas DPRK Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menilai langkah antisipasi PT PLN (Persero) dalam menangani krisis listrik pasca bencana di Banda Aceh berjalan lambat. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRK Banda Aceh bersama PLN, Pertamina dan sejumlah instansi terkait, Senin (15/12/2025).

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, mengatakan keterlambatan penanganan terlihat dari minimnya langkah darurat yang dilakukan sejak awal bencana, seperti penyediaan pembangkit sementara dan penambahan genset di sejumlah fasilitas pelayanan publik. Akibatnya, pemadaman listrik berkepanjangan masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.

RelatedPosts

Dari Bullying hingga Krisis Literasi, Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Suarakan Keresahan Lewat Film Dokumenter

Tak Hanya Menertibkan, Satpol PP WH Banda Aceh Juga Berikan Edukasi Syariat Kepada Pelanggar

Dinsos Aceh Ingatkan ASN Rawat dan Jaga Kendaraan Dinas

“Jika langkah antisipasi dilakukan sejak awal bencana, penderitaan masyarakat tidak akan berlangsung sampai sekarang. Karena itu kami meminta adanya kompensasi bagi warga yang terdampak pemadaman,” ujar Irwansyah.

Menurutnya, krisis listrik telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor usaha kecil dan menengah yang terpaksa menghentikan operasional. DPRK meminta PLN menyampaikan langkah konkret dan tenggat waktu pemulihan sistem kelistrikan secara terbuka kepada publik.

Dalam RDP tersebut, DPRK juga menyinggung dampak pemadaman listrik terhadap layanan dasar lainnya, seperti terganggunya distribusi air bersih PDAM. Irwansyah menekankan perlunya koordinasi yang lebih kuat antara PLN dan PDAM agar krisis listrik tidak berimbas pada kebutuhan air masyarakat.

Untuk pasokan air bersih, DPRK meminta PDAM Tirta Daroy tidak lagi menjadikan listrik sebagai kendala. Irwansyah menekankan perlunya penyediaan genset mandiri di booster-booster PDAM serta penambahan armada mobil tangki untuk menyuplai air ke wilayah yang belum teraliri.

Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, Zidan Al-Hafidh, menyampaikan keluhan warga terkait pemadaman listrik yang berkepanjangan semakin meningkat. Ia menilai kondisi ini tidak hanya memberatkan rumah tangga, tetapi juga mengancam keberlangsungan UMKM di Banda Aceh.

“Keluhan masyarakat sangat besar, terutama dari pelaku UMKM. Dengan RDP ini, kami ingin semua persoalan disampaikan langsung kepada PLN agar segera ada solusi nyata,” kata Zidan.

Zidan juga menyinggung keluhan warga terkait kenaikan harga LPG dan dugaan penimbunan, yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan gas bahkan beralih ke kayu bakar. Ia menegaskan pentingnya pengawasan distribusi agar pasokan dan harga tetap terkendali.

“Jika suplai gas LPG tidak lancar lewat darat maka harus disuplai lewat laut kemudian kapalnya ditambah. Kita sudah dapat kabar dari pertamina akan masuk dalam pekan ini,” ujarnya. 

Terkait air bersih, Zidan menyebut DPRK menerima penjelasan bahwa pasokan listrik ke titik induk PDAM sudah stabil. Dengan kondisi tersebut, DPRK berharap PDAM dapat menormalkan distribusi air dalam tiga hari ke depan, terutama di wilayah Kuta Alam, Syiah Kuala, dan Ulee Kareng.

Tags: DPRK Banda AcehKrisis LPGListrik AcehPDAM
Previous Post

Operasi Caesar Perdana Pasca Bencana Pidie Jaya

Next Post

Korban Kebakaran di Banda Aceh Terima Bantuan dari Pemko

Related Posts

DPRK Banda Aceh Menyarankan Agar Daycare Diaudit Dan Bentuk Regulasi Khusus

by Redaksi
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Komisi IV DPRK Banda Aceh menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait tindak lanjut kekerasan terhadap anak dan daycare tanpa izin....

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Budidaya tiram di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, terus berkembang dan mulai menunjukkan peran penting sebagai sumber...

DPRK Usul Lahan Eks Hotel Aceh dan Geunta Plaza Dijadikan Ruang Terbuka Hijau

by Riska Zulfira
15 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Lahan eks Hotel Aceh dan Geunta Plaza yang berada di pusat Kota Banda Aceh hingga kini masih terbengkalai...

Next Post

Korban Kebakaran di Banda Aceh Terima Bantuan dari Pemko

PBB Respon Surat Pemerintah Aceh, UNDP dan UNICEF Kaji Dukungan Pasca Bencana

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co