MASAKINI.CO – Dinas Pendidikan Aceh masih meliburkan sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terdampak banjir di Aceh, terutama di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan ratusan siswa berkebutuhan khusus yang belum memungkinkan kembali bersekolah akibat kondisi gedung yang masih terendam air.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang menjadi satu-satunya sekolah di daerah itu yang sama sekali belum dapat difungsikan karena berada di kawasan rendah dan hingga kini masih digenangi air.
“Untuk Aceh Tamiang, SLB itu masih belum bisa kita manfaatkan karena airnya masih ada sampai sekarang. Lokasinya memang rendah dan tidak memiliki saluran pembuangan,” ujar Murthalamuddin di Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya sempat menyarankan penggunaan gedung SMP Negeri 1 yang berada di seberang sekolah. Namun opsi tersebut dinilai kurang aman bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Anak-anak berkebutuhan khusus sulit dikendalikan jika berada di kelas biasa. Kita khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjatuh atau cedera,” katanya.
Saat ini, sebanyak 332 siswa berkebutuhan khusus di SLB tersebut masih diliburkan sementara. Murthalamuddin menyebut pihaknya telah memerintahkan langkah darurat untuk mengeluarkan genangan air agar proses pembersihan dan perbaikan sekolah dapat segera dilakukan.
Secara keseluruhan, Aceh memiliki 69 Sekolah Luar Biasa. Dari jumlah tersebut, 26 SLB terdampak bencana banjir dan longsor. Hingga kini, sebanyak 65 SLB sudah kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar, sementara empat SLB lainnya belum siap beroperasi.
“Empat sekolah yang belum bisa aktif itu terdiri dari satu SLB di Aceh Tamiang dan tiga SLB di Aceh Utara,” ujar Murthalamuddin.
Dinas Pendidikan Aceh memastikan akan terus memantau kondisi sekolah terdampak dan mempercepat penanganan agar seluruh siswa, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus, dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman.










Discussion about this post