MASAKINI.CO – Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar secara rutin memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas III Lhoknga sebanyak dua kali dalam sepekan sebagai upaya pembentukan karakter dan perbaikan mental selama menjalani masa pidana.
Program pembinaan tersebut kembali diperkuat melalui penandatanganan kerja sama antara Kantor Kemenag Aceh Besar dan Lapas Kelas III Lhoknga, Selasa (27/1/2026).
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, H Saifuddin, mengatakan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar warga binaan tetap mendapatkan pendampingan rohani yang terarah.
“Pembinaan ini kami lakukan secara rutin dua kali dalam sepekan. Tujuannya agar mereka memiliki pegangan spiritual dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Saifuddin.
Ia menjelaskan, pembinaan dilaksanakan oleh para penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) di Aceh Besar. Setiap Selasa pembinaan difokuskan kepada warga binaan perempuan, sementara hari Rabu untuk warga binaan laki-laki.
Materi pembinaan meliputi baca tulis Al-Qur’an, akidah, akhlak, serta bimbingan rohani yang menekankan pembentukan sikap dan tanggung jawab sosial.
Menurut Saifuddin, kehadiran penyuluh agama di dalam Lapas merupakan bagian dari mandat Kemenag dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani hukuman.
“Tidak ada yang bercita-cita menjadi warga binaan. Karena itu, negara wajib hadir memberi pendampingan agar mereka bisa kembali ke masyarakat dengan perubahan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan pihak Lapas, sejumlah warga binaan yang telah bebas menunjukkan perkembangan positif setelah mengikuti pembinaan keagamaan selama menjalani masa pidana.
“Banyak yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, lebih disiplin, bahkan aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni, menyebutkan saat ini terdapat sekitar 270 warga binaan. Ia menilai pembinaan keagamaan yang dilakukan secara rutin sangat membantu proses pemasyarakatan.
“Pembinaan dua kali sepekan ini sangat dirasakan manfaatnya. Warga binaan menjadi lebih tenang dan memiliki arah hidup yang lebih jelas,” kata Husni.










Discussion about this post