MASAKINI.CO – Pola mobilitas masyarakat Aceh selama Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran. Lonjakan terjadi pada jalur darat dan udara, sementara transportasi laut justru tertekan akibat kendala akses di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengungkapkan jalur darat tercatat paling banyak digunakan dibandingkan moda lainnya dengan total pengguna angkutan darat mencapai 105.828 orang atau meningkat 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Angkutan darat masih menjadi pilihan utama karena jangkauannya luas dan lebih mudah diakses masyarakat,” ujarnya, dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).
Lonjakan ini terlihat dari tingginya pergerakan di berbagai terminal di Aceh, dengan puncak penumpang terjadi pada 17 Maret 2026 yang mencapai 9.285 orang dalam satu hari.
Selain itu, tingginya mobilitas darat juga tercermin dari lonjakan kendaraan di Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh). Selama masa Lebaran, tercatat 201.670 kendaraan melintas atau meningkat 20 persen dibandingkan tahun lalu.
“Ini menunjukkan masyarakat semakin bergantung pada jalur darat, terutama jalan tol yang mempercepat waktu tempuh,” ujarnya.
Selain itu, angkutan udara juga mengalami peningkatan. Sebanyak 40.887 penumpang tercatat menggunakan layanan penerbangan, naik 2,4 persen dibandingkan tahun lalu. Bandara menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang ingin bepergian lebih cepat.
Di tengah lonjakan tersebut, angkutan laut justru mencatat penurunan tipis menjadi 65.703 penumpang. Menurut Faisal, kondisi ini dipengaruhi terbatasnya akses akibat infrastruktur yang belum pulih pascabencana.
“Namun demikian jumlah layanan tetap meningkat,” sebutnya.










Discussion about this post