MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya peran media dalam isu kebencanaan dan mengajak wartawan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Seruan itu disampaikan saat menghadiri Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan seminar nasional di Hotel Ayani, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh dan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini mengangkat tema penguatan ekosistem media pascabencana hidrometeorologi.
Dalam forum tersebut, Fadhlullah menekankan bahwa media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas informasi sangat menentukan efektivitas mitigasi dan penanganan bencana di daerah.
“Peran media sangat penting, terutama dalam situasi bencana. Informasi yang tepat akan membantu masyarakat lebih siap dan tidak panik,” ujarnya.
Ia juga mendorong wartawan untuk lebih aktif mengawal isu kebencanaan di Aceh, mengingat wilayah ini tergolong rawan bencana hidrometeorologi. Kolaborasi antara pemerintah dan media dinilai menjadi kunci dalam memastikan informasi yang disampaikan tetap terverifikasi dan tidak menyesatkan.
Fadhlullah menegaskan, hubungan antara pemerintah dan media harus dibangun dalam semangat kemitraan, bukan saling berhadapan. Ia mengingatkan, pemberitaan yang tajam tetap diperlukan, namun harus mengedepankan etika dan kepentingan publik.
“Kita ingin berjalan bersama. Boleh tajam, tapi tidak saling melukai. Kolaborasi ini penting untuk membangun Aceh ke depan,” katanya.
Selain menjadi narasumber, kehadiran Wagub juga menjadi bagian dari proses penilaian dalam UKW, di mana peserta mengajukan pertanyaan terkait penanganan bencana di Aceh.
Di akhir kegiatan, Fadhlullah menerima penghargaan dari AMSI Aceh sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya dalam mendukung pelaksanaan UKW dan penguatan peran media di daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan insan pers semakin kuat, khususnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang terus berulang di Aceh.










Discussion about this post