MASAKINI.CO – Sebanyak 17 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian tersebut mencakup 14 dapur di Aceh Tenggara dan tiga lainnya di Gayo Lues, yang dinilai belum memenuhi standar operasional berdasarkan hasil evaluasi.
Di Aceh Tenggara, dapur MBG yang dihentikan tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Bambel, Babusalam, Lawe Alas, Badar, hingga Ketambe. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain berada di Desa Bambel, Perapat Sepakat, Biakmuli Pantai Raja, Kuta Cingkam II, hingga Kuning I.
Selain itu, dapur MBG juga ditemukan di wilayah seperti Desa Lawe Rutung, Muhajirin, Tanah Merah, Natam, hingga Lawe Gereja Ger yang turut masuk dalam daftar penghentian sementara.
Sementara itu, di Kabupaten Gayo Lues, tiga dapur yang dihentikan berada di Desa Kute Lintang (Kecamatan Blangkejeren), Desa Penosan (Blangjerango), serta Desa Rema (Kuta Panjang).
Dalam surat resmi BGN disebutkan, penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
“Penghentian sementara dilakukan untuk mencegah risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, serta keamanan pangan,” demikian isi surat tersebut.
BGN juga menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara. Dapur MBG dapat kembali beroperasi setelah dilakukan perbaikan dan dinyatakan memenuhi standar melalui proses verifikasi.
“Operasional dapat dilanjutkan setelah perbaikan dilakukan dan dinyatakan memenuhi ketentuan,” bunyi keterangan dalam surat tersebut.
Kebijakan ini berdampak langsung pada distribusi program MBG di dua kabupaten tersebut, khususnya bagi masyarakat penerima manfaat di wilayah yang terdampak.








Discussion about this post