MASAKINI.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempertegas arah transformasi digital dengan fokus pada keamanan transaksi dan peningkatan literasi nasabah di tengah maraknya risiko kejahatan perbankan digital.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan percepatan layanan digital harus diimbangi dengan perlindungan nasabah agar teknologi tidak menjadi celah kejahatan.
“Teknologi itu memudahkan, tapi juga berisiko. Karena itu kami terus mengedukasi nasabah agar lebih waspada dan cerdas dalam bertransaksi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Untuk memperkuat sistem, BSI mengembangkan ekosistem layanan digital terintegrasi melalui berbagai kanal seperti mobile banking, BYOND, BEWIZE, BSI Net, QRIS, hingga EDC. Layanan ini ditopang jaringan lebih dari 1.000 cabang, 126 ribu agen, serta layanan remitansi di 13 negara.
Hingga kini, BSI mencatat lebih dari 23 juta nasabah dengan 9 juta pengguna mobile banking. Platform BYOND menjadi pendorong utama, dengan pertumbuhan mencapai 197 persen secara tahunan.
BSI juga memastikan transformasi digital berjalan seiring prinsip keberlanjutan. Melalui pembiayaan KUR dan SME, bank ini telah membina lebih dari 5.000 UMKM serta menghadirkan UMKM Center di berbagai daerah untuk memperluas akses pembiayaan dan pasar.
Selain itu, BSI menegaskan komitmen pada tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan transparansi sebagai fondasi menjaga kepercayaan publik.
Dengan strategi ini, BSI menargetkan peningkatan aktivitas transaksi digital sekaligus memperkuat perlindungan nasabah di tengah perkembangan pesat layanan keuangan berbasis teknologi.










Discussion about this post