MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Nasabah BSI Tembus 23,7 Juta, Aset Terus Melonjak

Riska Zulfira by Riska Zulfira
14 Mei 2026
in News
0

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadan (tengah) | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal I 2026, baik secara nasional maupun di wilayah Aceh. Lonjakan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), hingga aset memperkuat posisi perbankan syariah sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional dan daerah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI terus meningkat tajam. Hingga kuartal I 2026, total nasabah BSI secara nasional mencapai 23,7 juta orang atau bertambah sekitar 9,26 juta nasabah sejak penggabungan bank syariah dilakukan.

RelatedPosts

Harga Emas Terkoreksi, Tetap Bertahan di Kisaran Rp8 Juta per Mayam

Delapan Bulan Pasca Banjir, Menag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya Senilai Rp12,3 Miliar

Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof Warul Walidin Wafat, Aceh Kehilangan Guru Bangsa

“Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026 saja, jumlah nasabah bertambah sekitar 0,5 juta,” kata Imsak dalam media gathering dengan awak media, Rabu (13/5/2026).

Pertumbuhan jumlah nasabah tersebut turut mendongkrak Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI yang naik 18 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp376,8 triliun pada triwulan I 2026.

Tidak hanya itu, pembiayaan BSI juga tumbuh double digit sebesar 14,39 persen menjadi Rp329 triliun. Meski pembiayaan meningkat signifikan, kualitas pembiayaan dinilai tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen.

Menurut Imsak, pertumbuhan tersebut ikut mendorong total aset BSI meningkat menjadi Rp460,1 triliun per Maret 2026. Capaian itu sekaligus membawa BSI masuk jajaran lima besar bank terbesar di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada Januari 2026.

“Ini menunjukkan bank syariah sekarang sudah sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” ujarnya.

Di tingkat regional, BSI Aceh juga mencatat pertumbuhan positif. Dana pihak ketiga BSI Regional Aceh tumbuh 17,49 persen menjadi Rp21 triliun pada triwulan I 2026.

Sementara pembiayaan di Aceh meningkat 11,15 persen menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat. Total aset BSI Regional Aceh juga naik signifikan menjadi Rp26,4 triliun atau tumbuh 11,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menilai pertumbuhan perbankan syariah memiliki peran penting dalam menopang ekonomi Aceh, terutama di tengah penerapan sistem ekonomi berbasis syariah di daerah tersebut.

“Penguatan sektor jasa keuangan syariah menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong pembangunan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Firman.

Tags: aset BSIBank SyariahBSI Acehekonomi acehnasabah BSIOJK Acehpembiayaan BSIPerbankan Syariah
Previous Post

Pertarungan Sengit, Manchester United dan Chelsea Rebutan Ander Barrenetxea

Next Post

Jalan Kajhu Dinilai Kian Padat, Bupati Aceh Besar Usul Pelebaran Ruas

Related Posts

OJK Aceh Perkuat Kompetensi Frontliner untuk Tingkatkan Perlindungan Konsumen

by Riska Zulfira
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh memperkuat perlindungan konsumen sektor jasa keuangan dengan meningkatkan kapasitas petugas layanan atau...

Mualem Bawa Agenda Percepatan Ekonomi Aceh ke Forum APPSI

by Ahmad Mufti
17 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) membawa agenda percepatan pembangunan ekonomi dan penguatan sinergi pusat-daerah saat menghadiri Rapat Kerja...

OJK Nilai El Nino Berpotensi Tekan Ekonomi Aceh, Sektor Pertanian Perlu Diantisipasi

by Aininadhirah
10 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menilai potensi fenomena El Nino pada 2026 perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi...

Next Post

Jalan Kajhu Dinilai Kian Padat, Bupati Aceh Besar Usul Pelebaran Ruas

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co