MASAKINI.CO – Motif di balik kasus penganiayaan balita di Yayasan BD mulai terungkap. Polisi menyebut tindakan kekerasan dipicu hal sepele, yakni korban tidak menuruti saat akan diberi makan.
Satreskrim Polresta Banda Aceh menetapkan dua tersangka baru, RY (25) dan NS (24), setelah gelar perkara lanjutan, Rabu (29/4/2026). Sebelumnya, satu tersangka berinisial DS telah lebih dulu ditetapkan.
Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan penetapan dua tersangka baru didasarkan pada temuan fakta dan alat bukti yang cukup. “Dalam rangkaian gelar perkara ditemukan fakta-fakta dan dua alat bukti yang cukup sehingga ditetapkan dua tersangka baru,” ujarnya.
Menurut Dizha, RY dan NS yang merupakan pengasuh melakukan kekerasan terhadap dua balita. Tindakan itu berupa mencubit pipi, menjewer telinga, hingga memukul bagian pantat secara berulang.
Motif kekerasan tersebut, kata dia, dipicu emosi pelaku saat korban tidak mengikuti perintah saat makan. Polisi menilai hal ini menunjukkan ketidakprofesionalan pengasuh dalam menangani anak. “Pelaku kesal karena korban tidak menuruti saat akan diberikan makanan,” katanya.
Dengan penambahan ini, total tersangka dalam kasus tersebut menjadi tiga orang. Polisi masih terus mendalami kasus, termasuk memeriksa orang tua korban serta menganalisis rekaman CCTV untuk memperkuat pembuktian.
Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara dan denda Rp72 juta. Saat ini, seluruh tersangka telah ditahan di Polresta Banda Aceh.








Discussion about this post